Minggu, 03 Juni 2018

Ucapkan Belasungkawa atas hari wafatnya Ayatullah Ruhullah Khomeini ra



Oleh: Ust Abdullah Ali Assegaf

29 tahun yg lalu tepat hari ini, seorang Faqih besar, Filosuf agung dan Revolusioner ulung Ayatullah Ruhullah Khomeini wafat pada tanggal 3 Juni 1989.

Setelah melewati masa kehidupannya yg penuh dengan heroik tanpa mengenal kompromi dengan kebatilan, pembelaannya terhadap masyarakat tertindas (mustadh'afin) di seluruh dunia, penentangannya yg keras terhadap rezim despotik Syah Iran yg telah menginjak2 nilai2 Islam dan melukai umat islam dalam melakukan hubungan mesra dengan musuh utama Islam Zionis Israel serta penghambaan totalitasnya terhadap Amerika dan Zionis Israel, mengalami penahanan berulang kali, diasingkan ke Turki, Irak dan Perancis selama 15 tahun, terbunuhnya putra beliau syahid Sayyid Mustofa Khomeini oleh Savak dinas rahasia Iran, terbunuhnya 70% syahid murid2 beliau ditangan MKO (Munafiqin Khalq Organization) dukungan Amerika paska Revolusi Islam Iran, diinvasinya Iran selama 8 tahun hingga mengalami peperangan yg dipaksakan oleh rezim Saddam Yazid dan didukung oleh sebagian besar negara Arab hingga Amerika dan negara2 Barat, serta embargo dan sanksi brutal selama puluhan tahun, maka semua tiupan angin kencang serta ujian2 yg sangat berat itu terhadap Imam Khomeini, sama sekali tidak menggoyahkan beliau.

Imam Khomeini tetap berdiri tegar tidak tergoyahkan sama sekali atas ujian2 yg sangat berat dan tiupan angin kencang yg selama ini menimpa Imam Khomeini.

Imam Musa Al-Kadzim as 13 abad yg lalu telah berkata tentang sosok Imam Khomeini ra ini...

رجل من اهل قم يدعو الناس إلى الحق، يجتمع معه قوم كزبر الحديد، لا تزلهم الرياح العواصف، و لا يملون من الحرب و لا يجبنون، و على الله يتوكلون و العاقبة للمتقين.

"Seorang laki2 dr Qom (Iran) akan mengajak manusia untuk mengikuti jalan Allah yg benar dan sekelompok orang yg kuat dan tabah akan berkumpul di sekelilingnya yg ibarat potongan2 besi mereka tidak goyah oleh tiupan angin kencang. Mereka tidak takut berperang dan tidak akan letih darinya. Mereka bertawakkal kepada Allah dan hasil yg baik adalah milik orang2 yg bertakwa." (Biharul Anwar 60/216, hadis ke 37)

Dan pada tanggal 3 Juni 1989, Imam Khomeini ra menuju keharibaan Allah SWT, menemui datuknya Rasulullah saww dan 'Itrah Ahlulbait as setelah menderita penyakit yg dideritanya telah lama, yaitu kanker lambung, dimana atas kuasa Allah SWT, penyakit ini "mati suri" selama 10 tahun setelah terjadinya Revolusi Islam Iran 1979 hingga 1989, seolah2 penyakit beliau ini mengerti akan tugas besar yg diemban oleh Imam Khomeini dalam menjalankan misi Imam Mahdi as, untuk mempersiapkan suatu negara besar yg kuat akan keimanan dan mentalitas dalam menyambut kedatangan Imam Mahdi as kelak.

Imam Ali as telah berkata 14 abad yg lalu, "Demi Allah yg memecah biji2an dan Pencipta mahluk, bendera kebenaran akan terpampang dimana2 di Khurasan (Iran).

Warga Khurasan merupakan manusia yg sangat mencintai Al-Mahdi as. Keimanan mereka sedemikian kuatnya sehingga tidak ada satupun yg dapat menghalangi mereka demi berkumpul bersama Al-Mahdi as. Mereka berkeyakinan bahwa Allah akan membantu Al-Mahdi as untuk menegakkan keadilan secara merata di muka bumi ini.

Khurasan dan penduduknya telah menyediakan perlengkapan  pesenjataan secara lengkap guna membantu Al-Mahdi as menegakkan keadilan. Perhatian mereka sungguh besar terhadap beliau as sehingga pemikiran dan agama mereka telah tercerahkan sebelum kemunculan Al-Mahdi as. Sehingga pada suatu saat yg tepat nantilah mereka dapat hidup bersama dalam naungan keadilan pemerintahan Al-Mahdi as." (Al-Mufaja'ah 601)

Salah satu khotbah Imam Khomeini dari pengasingan beliau di Najaf Irak, yg disampaikan kepada rezim Syah Iran  pada tahun 1975 dalam perayaan ulang tahun besar2an serta megah ke 2500 tahun berdirinya kerajaan Persia, dengan mengundang semua kepala negara di seluruh dunia, menunjukkan akan keperdulian beliau terhadap golongan tertindas (Mustadh'afin).

"Rezim ini mengira saya gembira dengan hidup begini, saya lebih suka mati dan kembali kepada Allah daripada melihat penderitaan orang2 yang tertindas.

Rakyat jelata yg kehilangan hak-hak nya dan kelaparan, sementara mereka menghambur2kan 800 juta rial untuk Teheran hanya untuk pesta2 kerajaan. Anda (Syah Iran) memperingati orang mati tetapi mengabaikan orang hidup. Rezim ini menjarahi harta rakyat dan memberikan hak kepada orang-orang asing (Amerika dan Zionis Israel) untuk memanfaatkan sepenuhnya sumber-sumber kekayaan nasional Iran."

Salam atas  Imam Khomeini ra ketika dilahirkan, disaat beliau menjemput kematian dan disaat beliau dibangkitkan kelak.

Salam rindu dr Al-Faqir kepada Imam Khomeini ra yg telah menjadi inspirasi kuat dalam perjalanan spiritual Al-Faqir selama ini dalam mencari kebenaran... 😭🌹🤚

- Abdullah Ali Assegaf -


Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: