Selasa, 05 Juni 2018

Salam atas syahadah Imam Ali bin Abi Thalib as pada tanggal 21 Ramadhan 40 H.


Oleh: Ust Abdullah Ali Assegaf

Telah diketahui Abdurrahman bin Muljam la memukulkan pedang beracunnya ke kepala Imam Ali as hingga membelah tengkorak kepala dan mengenai otak beliau as pada tanggal 19 Ramadhan.

Disebutkan untuk ukuran manusia biasa, pedang beracun yg membelah tengkorak kepala, akan menyebabkan kematian dalam waktu seketika atau tidak lama kemudian, dan otak yg tergores pedang beracun tersebut akan menyebabkan hilangnya memori manusia tersebut.

Namun hal itu tidak berlaku untuk Wali Allah dan Hujjah Allah Imam Ali bin Abi Thalib as, beliau as bisa bertahan hingga 3 hari semenjak pedang beracun itu menebas kepala beliau as, dan memori beliau as tetap utuh tidak hilang sama sekali.

Berikut kutipan wasiat Imam Ali as dr wasiat beliau as yg panjang menjelang syahidnya beliau as....

Imam Ali as berwasiat kepada keluarga beliau atas perlakuan Ibnu Muljam terhadap diri beliau as, ”Wahai, putra2 Abdul Muthalib, sesungguhnya aku tidak ingin melihat kalian menumpahkan darah kaum Muslimin sambil berteriak, 'Amirul Mukminin telah dibunuh!' Ingatlah, jangan membunuh dengan alasan kematianku, kecuali atas pembunuhku. Tunggulah hingga aku mati oleh pukulannya ini. Kemudian pukullah dia dengan satu pukulan dan jangan rusakkan anggota2 badannya, karena aku telah mendengar Rasulullah saww berkata, 'Jauhkan memotong2 anggota badan sekalipun terhadap anjing gila."'

Lalu Imam Ali as menengok kepada Imam Hasan as dan Imam Husain as sembari berkata, “Duhai Hasan, engkau akan terbunuh dalam keadaan madzlum (terzalimi) dan diracun. Adapun engkau duhai Husain akan menjadi syahid umat ini. Engkau akan disembelih seperti hewan, lalu jasadmu akan diikat dan diseret2 dengan kuda. Kepalamu akan diusung untuk dibawa ke raja bani Umayyah. Putri2 keturunan Rasulullah saww akan ditawan, digelandang dan dipertontonkan. Sungguh kelak aku akan mengambil sikap khusus terhadap mereka di hari kiamat."

Kemudian Imam Ali as melihat sekelilingnya dan bertutur, "Aku kini melihat Kakek kalian Rasulullah saww bersama Nenek kalian Khadijah as dan Ibu kalian Fatimah as memanggil2 dan memintaku bergegas datang kepada mereka.”

Imam Ali as kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh Ahlulbait dan menatap satu persatu dan berkata: “Aku memohon pamit kepada kalian semua. Semoga Allah menjaga kalian semua.”

Beliau as lalu memejamkan matanya perlahan2, memanjangkan kedua tangannya, dan meluruskan kedua kakinya. Dan dengan suara syahdu mengucapkan Asyhaduallah ila illAllah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh.

Demikianlah nafas beliau as terhenti dan ruhnya melesat menembus angkasa menuju tingkat wujud tertinggi, kehadirat Dzat Kudus Ilahi, bersatu dengan Kekasih Mutlak yang Maha Sempurna dalam keadaan syahid, suci, bersih, penuh cahaya.

إِنَّا لِلّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
اعظم اللّٰه اجركم و احسن عزاكم

Salam atas Imam ketika Imam dilahirkan, disaat Imam menjemput kesyahidan dan disaat Imam dibangkitkan kelak.

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: