Minggu, 03 Juni 2018

Ramadhan Bersama Al-Qur'an, Menata Diri Menuju Yang Maha Suci Bag 18


Ahlulbait

Ayat Tathir

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا 

"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan menyucikan kamu sesuci-sucinya " (QS. al-Ahzab [33]: 33)


Pertanyaan:

Apa yang menjadi dalil pembatasan ini? Mengaoa bagian ayat ini tidak berkenaan tentang istri-istri Nabi Saw atau seluruh keluarga Nabi Saw?

Jawab:

1. Hadis hadis dari para istri-istri Nabi Saw seperti Aisyah dan Ummu Salamah menyebutkan bahwa mereka bertanya kepada Rasulullah Saw " apakah kami juga termasuk Ahlulbait? Rasulullah Saw menjawab, 'Tidak' "

2. Dalam banyak hadis kita membaca bahwa Nabi Saw mengenakan pakaian panjang, Lalu menutupi kepala kelima orang ini (termasuk Nabi Saw) dengan pakaian panjang tersebut, lalu bersabda " mereka inilah Ahlulbaitku " dan beliau Saw tidak mengizinkan yang lain masuk.

3. Untuk menunjukkan bahwa Ahlulbait hanya khusus untuk lima orang ini saja, selama enam bulan (atau delapan atau sembilan) ketika hendak salat subuh Nabi Saw selalu lewat di depan pintu rumah Fatimah seraya " dirikan salat, wahai Ahlulbait. Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kalian wahai Ahlulbait dan menyucikan kalian sesuci "

 Dalam kitab Ihqaq al-Haqaiq 70 hadis yang bersumber dari kitab kitab Ahlussunah yang menyebutkan bahwa ayat diatas dikhususkan bagi lima orang tersebut. Di dalam kitab Syawahid al-Tanzil yang termasuk kitab Ahlussunah yang terkenal terdapat lebih dari 130 hadis menyebutkan hal yang sama [1]

Intinya, ayat diatas tidak mencangkup istri-istri Nabi Saw karena mereka terkadang berbuat dosa. Dalam surah al-Tahrim kita membaca Rasulallah Saw menyampaikan rahasia kepada sebagian istrinya dan bersabda, jangan engkau menceritakannya lagu kepada yang lain. Sementara itu, kepada yang satunya lagi Rasulallah Saw bersabda yang sama. Dan Al-Qur'an menganggap perbuatan itu sebagai dosa. Al-Qur'an berkata, jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh hati kamu berdua telah condong (kepada kebenaran) (QS. Al-Tahrim [66]: 4). Aisyah yang merupakan istri Nabi. Mengobarkan perang Jamal (unta) melawan Imam Ali as lalu ia menyesal. Sementara itu perang tersebut telah menyebabkan banyak terbunuh nya kaum muslim.

Menjawab Berbagai keraguan

1. Apakah kata Yuthahhirukum (menyucikan kalian) berarti bahwa Ahlulbait as sebelumnya berdosa lalu Allah SWT menyucikan mereka?

Jawab: berdosa bukan merupakan syarat disucikan dari dosa. Karena Al-Qur'an juga menggunakan kata muthahharah (yang disucikan) bagi bidadari-bidadari surga padahal mereka tidak berdosa. Dengan kata lain, kata Yuthahhirukum (menyucikan kalian) adakah berarti menjaga kesucian, bukan menyucikan dari dosa sebelumnya.

2. Jika Ahlulbait hanya lima orang, mengapa penggalan ayat itu terdapat dalam ayat yang secara keseluruhan berbicara tentang istri-istri Nabi Saw?

Jawab:

a. Kalimat innama yuridullahu liyudzhiba... Turun tidak berbarengan dengan kalimat-kalimat sebelumnya tetapi ketika pengumpulan Al-Qur'an ia ditempatkan di sini.

b. Menurut Tafsir Majma'Al-Bayan cara kalangan penyair dan sastrawan Arab adalah bahwa diantara masalah masalah biasa disisipkan perkataan penting dan baru sehingga memberi pengaruh yang lebih besar. Sebagaimana dalam siaran televisi jika penyair tiba-tiba berkata, hendaknya pemirsa memerhatikan berita yang sampai kepada kami, maka gaya penyampaian seperti ini akan menciptakan kejutan perhatian.

Contoh lainnya adalah turunnya ayat surah al-Maidah yang berbicara tentang, kesempurnaan agama, kecukupan nikmat, putus asanya orang-orang kafir dan keridaan Allah, ditengah-tengah membicarakan hukum daging babi dan. Cara penempatan yang seperti ini adalah rahasia terjaganya Al-Qur'an dari tangan orang-orang jahil.

c. Dalam ayat ini, berkenaan Ahlulbait ini digunakan kata ganti laki-laki (dhamir mudzakkar), ini menunjukkan bahwa kebanyakan mereka adalah laki-laki. Berbeda dengan kata ganti (dhamir) yang digunakan untuk istri-istri Nabi Saw, menggunakan kata ganti perempuan (dhamir muannats). Coba perhatikan perbedaan kata ganti, buyutikunna dan aqima dengan'ankum dan Yuthahhirukum

Mempunyai Kelayakan dan tidak mempunyai kelayakan

di dalam surah hud, ayat 46 Allah menjelaskan ketidaklayakan putra Nabi, Nuh Dia (Allah) berfirman " Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu karena perbuatannya sungguh tidak baik " Banyak sekali hadis hadis dari Nabi Saw dan para imam yang dibubuhi kata Laysa (bukan bagian dari kami). Diantaranya, Rasulullah Saw bersabda, "barangsiapa menipu orang muslim, dia bukan bagian dari kami" dalam hadis lain Rasulullah Saw bersabda "orang yang dihormati manusia karena takut kepadanya maka dia bukan bagian dari kami" Rasulullah Saw juga bersabda "barangsiapa yang bangun pada pagi hari dalam keadaan tidak menaruh perhatian pada urusan kaum muslim, dia bukan bagian dari kaum muslim"

Dalam banyak hadis dikatakan, Sahabat Nabi Saw Adalah orang yang taat kepada Allah, meski dia tidak mempunyai hubungan kekerabatan dengan Nabi Saw. Sementara itu, musuh Nabi Saw adalah orang yang durhaka kepada Allah meski dia termasuk kerabat dekat Nabi Saw sendiri.

Catatan Akhir

[1] Tafsir Nur al-Tsaqalain dan Tafsir-e Namuneh

Sumber: dikutip dari buku Ramadan bersama Al-Qur'an menata diri menuju yang maha suci, Mohsen Qira'ati, hal. 117-120
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: