Jumat, 01 Juni 2018

Ramadhan Bersama Al-Qur'an, Menata Diri Menuju Yang Maha Suci Bag 4


Keistimewaan-Keistimewaan Al-Qur'an

Kitab yang diberkahi

Allah SWT berfirman:

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

"sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan." (QS. Ad-Dukhan [44]: 3)

Al-Qur'an dari semua sisinya adalah kitab yang diberkahi karena berbagai alasan sebagai berikut,

1. Dari sisi yang menurunkannya. Allah Swt berfirman, Maha Suci Allah yang telah menurunkan al-furqan (Al-Qur'an) kepada hamba Nya (QS. Al-furqan [25]: 1).

2. Dari sisi tempat turunnya. Allah Swt berfirman, di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi (QS. Ali Imran [3]: 96).

3. Dari sisi waktu turunnya. Allah Swt berfirman, sesungguhnya kami menurunkannya pada malam yang diberkahi (QS. Al-Dukhan [44]: 3).

4. Dari sisi kandungannya. Allah Swt berfirman, kitab (Al-Qur'an) yang kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mempelajari ayat-ayatnya (QS. Shad [38]: 29).

Kitab yang mulia 

Allah SWT berfirman:

  اِنَّهٗ لَـقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌ فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍ لَا يَمَسُّهُ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَ تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ

"Sesungguhnya (ini) Al-Qur'an yang sangat mulia, dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz), tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan, Diturunkan dari Tuhan seluruh alam" (QS. Al-Waqi'ah [56]: 77-80)

Di dalam Al-Qur'an, Allah dan segala sesuatu yang terkait dengan Nya disebut sebagai sesuatu yang sangat mulia,

1. Allah Swt itu Mahamulia. Allah Swt berfirman, apa yang telah memperdayakan kami (berbuat durhaka) kepada Tuhanmu yang Mahamulia (QS. Al-infithar [82]: 6)

2. Al-Qur'an itu sangat mulia. Allah Swt berfirman, sesungguhnya (ini) Al-Qur'an yang sangat mulia (QS. Al-Waqi'ah [56]: 77)

3. Rasulullah Swt itu sangat mulia. Allah Swt berfirman, Dan mendatangi mereka Rasul yang sangat mulia.

4. Perantara turunnya Wahyu (Jibril) itu sangat mulia. Allah Swt berfirman, Sesungguhnya ia (Al-Qur'an) benar-benar wahyu yang disampaikan utusan yang sangat mulia," (QS. Al-Haqqah [69]: 40)

Manusia juga sebagai makhluk Allah yang terbaik, dimuliakan oleh Allah Swt, Dan sungguh telah kami muliakan anak Adam. Imam Ali as di dalam kitab Nahj al-Balaghah, khotbah ke-152 menyebut Ahlulbait as sebagai yang mulia bagi Al-Qur'an (karaim Al-Qur'an). Al-Qur'an adalah kunci kemuliaan individu dan masyarakat. Memandangi Al-Qur'an, membacanya, menghafalnya, mendalaminya dan mengambil pelajaran darinya, adalah sumber kemuliaan bagi manusia, sesungguhnya (ini) adalah al-Qur'an yang sangat mulia.

Di dalam kitab Tafsir al-Nur, pada penafsiran ayat 38 surah Yunus, sisi-sisi kelebihan Al-Qur'an sebagai berikut,

1. Terkandung nya pengetahuan pengetahuan yang tinggi dalam kata-kata yang singkat. Sebagai contoh, tentang hubungan laki-laki dan perempuan, al-Qur'an menggambarkan, mereka (wanita) adalah pakaian bagi kamu (laki-laki) dan kamu (laki-laki) adalah pakaian bagi mereka (wanita) (QS. Al-Baqarah [2]: 187). Selanjutnya, untuk menggambarkan lemahnya kekuatan kekuatan non-ilahi, Al-Qur'an menyebutnya sebagai sarang laba-laba atau disebutkan mereka tidak mampu bahkan untuk menciptakan seekor lalat pun, mereka tidak akan dapat menciptakan lalat seekor pun (QS. Al-Hajj [22]: 73)

2. Begitu indah dan berpengaruhnya kalimat-kalimatnya. Meski Al-Qur'an dibaca ribuan kali, ka tidak akan pernah udang dan pasti ada sesuatu yang baru yang akan diperoleh

3. Keindahan nada kalimat-kalimat Al-Qur'an. Keindahan nada Al-Qur'an akan terlihat sekali jika kita membandingkan ayat ayat Al-Qur'an dengan bunyi percakapan orang Arab dan.  Ahlan dengan bunyi hadis sekalipun

4. Lengkapnya Al-Qur'an. Dari argumentasi hingga perumpamaan dari urusan dunia hingga urusan akhirat. Juga mencakup urusan rumah tangga, hukum, politik, militer, akhlak, sejarah, dan sebagainya

5. Bersumber dari kenyataan. Kandungan Al-Qur'an tidak berlandaskan dugaan, bahkan kisah-kisah yang dimuat didalamnya bersumber dari keyakinan

6. Universal. Seluruh manusia di dunia dengan segala tingkatnya dapat mengambil manfaat dari Al-Qur'an. Al-Qur'an bukanlah kitab yang hanya khusus untuk segolongan manusia saja

7. Bersifat pribadi. Semakin bertambah perjalanan umur manusia dan ilmu pengetahuan, akan semakin banyak lagi rahasia rahasia baru yang dapat disingkap dari Al-Qur'an

8. Semakin tambah berkembang. Semakin banyak musuh dan pukulan yang dihadapi, Al-Qur'an semakin berkembang

9. Mukjizat ditangan. Al-Qur'an adalah mukjizat yang ada ditangan semua orang. Ia tersusun dari perkataan dan kalimat yang dipahami semua orang

10. Al-Qur'an disamping kitab nasihat ia juga kitab hukum dan aturan

11. Al-Qur'an berasal dari manusia yang tidak pernah sekolah dan tidak bisa membaca dan menulis

12. Terjaga dari penyelewengan. Tidak ada sedikit pun penambahan dan pengurangan padanya

13. Menjadi penyembuh dan Rahmat. Yang memberi obat (Al-Qur'an) ini adalah zat yang mengenal dan mencintai kita, karena itu resep yang diberikan Nya adalah resep yang abadi dan tidak ada tandingannya

Kemukjizatan Al-Qur'an 

Allah SWT berfirman:

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَـرٰٮهُ   ۗ  قُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ مُفْتَرَيٰتٍ وَّ ادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

"Bahkan mereka mengatakan, Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur'an itu. Katakanlah, (Kalau begitu), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur'an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup (mengadakan tandingan baginya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (QS. Hud [11]: 13)

Al-Qur'an bukan hanya mukjizat dari sisi kefasihan dan keindahan kalimat kalimat nya saja, tetapi juga mukjizat dari sisi pengetahuan, nasihat, argumentasi, berita tentang hal-hal gaib dan hukum yang dikandungnya. Hal itu terjadi karena kalimat ' dan ajaklah siapa saja diantara kamu yang sanggup (mengadakan tandingan baginya) '  adalah seruan kepada semua orang, bukan hanya kepada orang-orang Arab yang memahami kefasihan dan keindahan Al-Qur'an. Dalam ayat lain juga Allah Swt berfirman,

قُلْ لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰۤى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا

"Katakanlah, Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain." (QS. Al-Isra' [17]: 88)

Sisi-sisi Kemukjizatan Al-Qur'an banyak sekali, diantara nya sebagai berikut: manis dan indahnya lafal-lafal Al-Qur'an dalam bacaan, kandungannya senada dan sejalan Satun sama lainnya meski diturunkan dalam rentang waktu 23 tahun, penjelasan tentang ilmu-ilmu yang sama sekali belum diketahui dan dipahami pada masa itu, ramalan tentang peristiwa peristiwa yang akan datang yang kemudian terbukti, pemberitaan tentang kaum kaum terdahulu yang bekas bekasnya sudah tidak ada lagi, penjelasan tentang hukum hukum universal dan sempurna dalam semua kehidupan manusia baik individu maupun sosial, terjaganya Al-Qur'an dari segala penyelewengan, perubahan, keusangan dalam kurun waktu yang panjang.

Dengan semua pengurangan dan tantangan itu, manusia tetap tidak mampu membuat sesuatu yang serupa Al-Qur'an. Pada satu tempat Al-Qur'an menantang untuk membuat satu kitab yang serupa dengan Al-Qur'an (QS. Al-isra' [17]: 88) pada tempat lain Al-Qur'an menantang (mereka) untuk membuat sepuluh surah yang serupa Al-Qur'an (QS. Hud [11]: 13) bahkan pada tempat lain lagi Al-Qur'an menguranginya lagi, dengan menantang hanya membuat satu surah yang serupa Al-Qur'an, _Datangkanlah satu surah yang serupa dengannya_ . Selain itu, pada satu waktu Al-Qur'an menantang, jika seluruh jin dan manusia membantu mereka, mereka tetap tidak akan mampu membuatnya. Sementara pada lain waktu, Al-Qur'an berkata, jika kamu meminta bantuan kepada semua orang pandai yang ada dimuka bumi, kamu tetap tidak akan mampu membuat yang serupa dengan Al-Qur'an.

Sejarah membuktikan bahwa musuh telah melancarkan banyak perang dan konspirasi terhdap Islam, Naum sampai sekarang mereka tidak mampu membuat satu surah pun yang serupa Al-Qur'an. Apakah ini bukan mukjizat naman?

Kelebihan kisah-kisah dalam Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ هٰذَا الْقُرْاٰنَ  ۖ  وَاِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الْغٰفِلِيْنَ

"Kami menceritakan kepadamu (Muhammad Saw) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui." (QS. Yusuf [12]: 3)

Kelebihan kisah-kisah yang ada dalam Al-Qur'an dibandingkan kisah-kisah yang lain, yaitu sebagai berikut,

1. Yang bercerita adalah Allah SWT, kami menceritakan kepadamu (QS. Yusuf [12]: 3)

2. Mempunyai tujuan, kami ceritakan kepadamu (Muhamamad Saw) agar dengan kisah itu kami teguhkan hatimu (QS. Hud [11]: 120)

3. Berisi kebenaran bukan khayalan. Kami ceritakan kepadamu (Muhamamad Saw) kisah mereka dengan sebenarnya (QS. al-Kahfi [18]: 13)

4. Berdasarkan ilmu bukan sangkaan, Dan pasti kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (QS. Al-A'raf [7]: 7)

5. Sebagai sarana untuk berpikir, bukan untuk meninabobokan, maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir (QS. Al-A'raf: [7]: 176)

6. Sarana untuk mengambil pelajaran, bukan untuk mengisi waktu luang, sungguh pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran (QS. Yusuf [12]: 111)


Macam Macam pembaca al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا  لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-A'raf [7]: 204)

Imam Muhammad Baqir as berkata "pembaca al-Qur'an ada tiga kelompok: pertama kelompok yang menjadikan Al-Qur'an sebagai alat mata pencahariannya dan mereka membebankan itu kepada masyarakat. Kedua kelompok yang hanya membaca Al-Qur'an dengan lidahnya, tetapi dalam perbuatannya mereka tidak menjaga hukum hukumnya. Ketiga kelompok yang membaca Al-Qur'an dan menganggap Al-Qur'an sebagai obat penawar penderitaannya dan mereka akrab dengan Al-Qur'an. Dengan perantara mereka (kelompok ketiga) ini Allah mengangkat siksa dan karena mereka Allah menurunkan hujan. Jumlah mereka sangat sedikit" [1]

Catatan Akhir

[1] Al-Kafi jil.2, hal.627

Sumber: dikutip dari buku Ramadan bersama Al-Qur'an menata diri menuju yang maha suci, Mohsen Qira'ati, hal.21-28
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: