Jumat, 01 Juni 2018

Ramadhan Bersama Al-Qur'an, Menata Diri Menuju Yang Maha Suci Bag 8


Tafsir surah Al Fatihah

Allah SWT berfirman

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ,  الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ, إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ, اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ, صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Pemilik hari Pembalasan. hanya kepada Engkaulah Kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami memohon pertolongan. Tunjukilah Kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Qs. Al-fatihah [1]: 1-7)

Ucapan : Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) adalah suatu bentuk syukur terbaik kepada Allah Swt. Setiap pujian terhadap segala kesempurnaan dan keindahan, pada hakikatnya adalah pujian kepada sumbernya. Pujian kepada Allah Swt tidak bertentangan dengan ungkap rada terimakasih kepada makhluk, selama itu masih dalam ruang lingkup perintah Allah dan berada di jalan Nya.

Allah Swt mewajibkan sifat kasih sayang pada Diri Nya, Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada Diri Nya (QS. Al-an'am [6]: 54) Rahmat Allah meliputi segala sesuatu, Dan Rahma Ku meliputi segala sesuatu (QS. Al-A'raf [7]: 156) begitu juga Nabi Muhammad Saw dan kitabnya adalah Rahmat, Rahmat bagi semesta alam (QS. Al-Anbiya [21]: 107) penciptaan dan pemeliharaan Allah Swt juga berdasarkan Rahmat, kalaupun Dia memberi siksa itu atas dasar kasih sayang.

Mengampuni para pendosa, menerima tobat hamba, menutupi aib mereka, dan memberi kesempatan kepada mereka untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka, semua itu adalah perwujudan dari sifat Rahmat dan kasih sayang Nya. Meskipun Allah Swt pemilik sejati segala sesuatu dalam semua waktu, namun kepemilikan Dia di hari kiamat tampak lebih jelas.

Kata na'bud (kami menyembah), memberi isyarat bahwa salat hendaknya dilakukan secara berjamaah dan juga menjelaskan bahwa seluruh kaum muslim itu bersaudara dan berada dalam satu garis. dalam salat, seolah-olah seorang yang sedang mengerjakan salat berkata mewakili seluruh para penyembah Allah, ya Allah, bukan hanya saya, tetapi kami semua adalah Hamba Mu. Bukan hanya saya, tetapi kami semua membutuhkan perhatian Mu.

Surah Al-fatihah menjelaskan bahwa jalan yang lurus adalah jalan orang-orang yang mendapat nikmat ilahi, yaitu para nabi, para Shiddiqin, para syuhada dan orang-orang saleh (QS. al-Nisa [4]: 69). Menghadapkan wajah ke jalan orang-orang besar ini, serta berharap melewatinya, dan mengucapkan harapan itu dalam diri kita, akan mencegah kita menyimpang dari jalan yang lurus itu. Kita menyampaikan permohonan itu kepada Allah Swt, kemudian kita meminta kepada Allah Swt supaya tidak meletakkan kita di jalan orang-orang yang dimurkai dan di jalan orang-orang yang sesat.

Yang dimaksud dengan nikmat dalam kalimat 'yang telah Engkau beri nikmat kepadanya' adalah nikmat petunjuk (hidayah). Karena pada ayat sebelumnya sedang berbicara tentang petunjuk. Bukan nikmat nikmat materi karena nikmat nikmat materi juga diberikan kepada orang-orang kafir dan orang-orang yang sesat.

Orang yang sudah mendapat petunjuk pun masih berada dalam bahaya. Karena itu, kita harus terus-menerus memohon kepada Swt supaya jangan sampai jalan kita berakhir kepada kesesatan dan kemurkaan Allah Swt.

Perjalanan perjalanan yang secara berurutan dapat dipetik dari surah Al-fatihah

1. Dengan ungkapan bismilla (dengan nama Allah) kita memutus harapan dari selain Allah Swt

2. Dengan ungkapan Rabbil 'alamin (tuhan semesta alam) dan Maliki yawmiddin ( pemilik hari pembalasan) kita merasa di pelihara dan milik Allah Swt. Karena itu, kita harus menjauhi sifat sombong

3. Dengan ungkapan 'alamin (seluruh alam) kita melihat diri kita mempunyai kaitan dengan alam wujud. Karena itu, kita harus menjauhi memandang hanya dari satu sisi dan menjauhi sikap mengisolasi diri

4. Dengan ungkapan Arrahmanirrahim (yang maha pengasih maha penyayang) kita melihat diri kita berada di bawah naungan kasih sayang Allah Swt

5. Dengan ungkapan Maliki yawmiddin (pemilik hari pembalasan) kita disadarkan dari kelalaian akan masa depan

6. Dengan mengucapkan iyyaka na'budu (hanya kepada Mu kami menyembah) kita melenyapkan sifat riya' dan pamer dari diri kita

7. Dengan Mengucapkan Iyyaka nasta'in (hanya kepada Mu kami memohon pertolongan) kita tidak berlindung kepada kekuatan lain selain kekuatan Allah Swt

8. Dengan mengucapkan an'amta (yang Engkau beri nikmat) kita mengakui bahwa seluruh kenikmatan berasal Dari Nya

9. Dengan mengucapkan ihdina (tunjukilah kami) kita memohon kepada Allah supaya ditunjuki jalan yang lurus

10. Dengan mengucap shirathalladzina an'amta 'alayhim (jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada nya) kita mengumumkan ketertarikan mkga kepada para pengikut kebenaran

11. Dengan mengucapkan ghayril maghdhubi 'alayhim waladhdhallin (bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat) kita menyatakan bahwa kita berlepas diri dari kebatilan dan para pengikutnya.

Pentingnya Bismillah

Ucapan: bismillahirrahmanirrahim (dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang) bukan hanya ada pada permulaan al-Qur'an, tetapi juga ada pada permulaan seluruh kitab langit. Disetiap awal papan kerja seluruh nabi tertulis bismillah, ketika nabi Sulaiman as mengajak ratu Saba untuk beriman, dia memulai surahnya dengan kalimat :bismillahirrahmanirrahim (dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang)

Imam Ali as berkata " bismillah adalah sumber keberkahan dalam pekerjaan, dan meninggalkan ya akan menyebabkan kegagalan " imam Ali as berpesan supaya setiap perbuatan dimulai dengan ucapan bismillah. Baik ketika hendak makan, tidur, menulis, naik kendaraan, bepergian dan pekerjaan pekerjaan lainnya. Bahkan jika seekor binatang disembelih dengan tidak membaca bismillah, dagingnya haram dimakan.

Ucapan bismillah adalah tanda orang muslim dan setiap perbuatan orang muslim harus mempunyai warna ilahi. Begitu juga produk sebuah pabrik, dia mempunyai tanda, baik dalam bentuk satuan mampu dalam bentuk keseluruhan. Atau bendera setiap negara, ia pasti dipasang di atas setiap kantor, sekolah dan markas di negara itu. Juga dipasang di atas setiap kapal negara itu dan bahkan di atas setiap meja pegawai.

Imam Ja'far Shadiq as berkata " bismillah adalah mahkota surah-surah Al-Qur'an " hanya pada permulaan surah Al-Bara'ah, bismillah tidak dicsnt. Menurut imam Ali as, ini dikarenakan bismillah adalah kalimat yang mengandung keamanan dan kasih sayang, sementara pernyataan berlepas diri dari orang orang kafir dan musyrik ( yang ada dalam surah Al-Bara'ah ) tidak sejalan dengan sikap menunjukkan kecintaan [1]

Bismillah adalah faktor yang menyebabkan setan lari. Orang yang selalu bersama Allah, maka setan tidak dapat memengaruhi nya

Jalan yang lurus

Shirat adalah nama jembatan di atas neraka, yang setiap orang pada hari kiamat hadis melewati jembatan itu. Berada di jalan yang lurus, adalah satu-satunya permintaan setiap orang muslim kepada Allah Swt di dalam salat Bahkan Rasulullah Saw dan pada Imam as memohon kepada Allah Swt supaya tetap berada di jalan yang lurus.

Jalan hang lurus mempunyai tingkatan tingkat. Allah Swt berfirman, Dan orang orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka (qsm Muhamamad [47]: 17) Bahkan orang-orang yang berada di jalan yang benar. seperti para wali Allah, untuk tetap berada di jalan yang benar dan untuk terus bertambah nya cahaya petunjuk, merak harus berdoa kepada Allah Swt. Jalan yang lurus adalah jalan pertengahan, yang menghindari segala bentuk ifrath (berlebihan) dan tafrith (meremehkan) baik dalam urusan akidah maupun amal.

Dalam hadis disebutkan, para imam as berkata " kamjlah jalan yang lurus itu " [2] artinya, bahwa contoh nyata dari jalan yang lurus, dari suri teladan dan melangkah di jalan yang lurus adalah para pemimpin ilahi. Mereka telah mengemukakan pandangan mereka dalam semua urusan kehidupan, seperti pekerjaan, berwisata, makan, belanja, mengritik, berdamai, cinta kepada anak, dan berpesan supaya kita bersikap pertengahan, tidak ifrath dan tafrith [3] yang menarik, iblis juga duduk bersembunyi di jalan yang lurus ini, untuk mengeluarkan manusia dari jalan ini, (iblis berkata) aku pasti akan selalu menghalangi mereka dari jalanan Mu yang lurus (QS. Al-A'raf [7]: 16) dalam Al-Qur'an dan hadis banyak disebutkan jalan pertengahan itulah jalan yang lurus, dan melarang manusia bersikap ifrath (berlebihan) dan tafrith (melalaikan). Islam bukan agama satu dimensi yang hanya memperhatikan satu sisi dan melupakan sisi-sisi yang lain. Islam berpesan supaya kita bersikap pertengahan dalam segala urusan

Orang orang yang dimurkai dalam Al-Qur'an

Dalam Al-Qur'an, individu individu, seperti Fir'aun, Qarun, Abu lahab, dan umat-umat seperti kaum Ad, Tsamud dan Bani Israil, diperkenalkan sebagai orang-orang yang dimurkai. Dan ada juga yang disebut makhluk yang menyesatkan, seperti iblis, Fir'aun, Samiri, teman yang jahat dan pemimpin yang menyimpang. Dalam ayat, dijelaskan ciri-ciri dan contoh-contoh orang yang menyimpang dan orang-orang yang dimurkai.

Dan setiap salat, kita meminta kepada Allah supaya kita jangan termasuk orang yang dimurkai, yaitu orang yang menyelewengka ayat, pemakan Riba dan orang yang lari dari jihad. Juga jangan termasuk orang yang sesat, yaitu orang yang lari dari kebenaran demi mengikuti kebatilan, dan bersikap berlebihan dalam agama dan keyakinan

Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa sumber kesesatan itu, adalah sebagai berikut,

1. hawa nafsu

Allah SWT berfirman:

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat " (QS. Al-Jatsiyah [45]: 23)

2. Berhala

Allah SWT berfirman:

وَجَعَلُوْا لِلّٰهِ  اَنْدَادًا لِّيُـضِلُّوْا عَنْ سَبِيْلِهٖ

"Dan mereka telah menjadikan tandingan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya." (QS. Ibrahim [14]: 30)

3. Dosa

Allah SWT berfirman:

 وَمَا يُضِلُّ بِهٖۤ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَ

"Dan tidak ada yang Dia sesatkan kecuali orang-orang fasik," (QS. Al-Baqarah [2]:  26)

4. Menerima kepemimpinan batil

Allah SWT berfirman:

 اَنَّهٗ مَنْ تَوَلَّاهُ فَاَنَّهٗ يُضِلُّهٗ 

"bahwa siapa yang berkawan dengan dia, maka dia akan menyesatkannya" (QS. Al-Hajj [22]: 4)

5. Kebodohan

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ کُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّاۤ لِّيْنَ

"sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu." (QS. Al-Baqarah [2]: 198)

Dalam surah Al-fatihah, manusia menampakkan kecintaan mereka kepada para nabi, para syuhada, orang-orang saleh, dan jalan mereka dan menyatakan berlepas diri dari orang orang yang dimurkai dan orang orang yang sesat. Sungguh, suatu perwujudan dari sikap tawalli dan tabarri

Catatan Akhir

[1] Tafsir Qurthubi dan tafsir Majma'
[2] Bihar al-Anwar, jilid.87, hal.3
[3] Al-Kafi, bab al-iqtishad di al-'ibadah

Sumber: dikutip dari buku Ramadan bersama Al-Qur'an menata diri menuju yang maha suci, Mohsen Qira'ati, hal.51-58
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: