Jumat, 01 Juni 2018

Ramadhan Bersama Al-Qur'an, Menata Diri Menuju Yang Maha Suci Bag 6


pentingnya Salat

Pesan Luqman Hakim

 Allah SWT berfirman:

يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ  بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَ ۗ   اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ ۚ

"Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting." (QS. Luqman [31]: 17)

Sehubungan dengan pesan Luqman kepada anaknya tentang salat dan amar makruf pada ayat di atas, kami akan menjelaskan secara ringkas tentang kedua kewajiban itu, yaitu sebagai berikut,

1. Salat, adalah hubungan yang paling sempurna, paling dalam dan paling indah antara manusia dengan Allah Swt, yang ada pada semua agama langit

2. Salat, adalah satu-satunya ibadah yang manusia diseru sebelum mengerjakannya. Orang yang paling indah suaranya naik ketempat yang tinggi, lalu dengan Sura lantang dia mengumandangkan: Hayya 'alash shalah (mari mendirikan salat), Hayya 'alal falah (mari menuju kemenangan), Hayya 'ala khayril 'amal (mari mengerjakan sebaik-baik amal). Dengan suara azan, keheningan dipecahkan, pemikiran pemikiran murni Islam dikumandangkan kembali, dan orang-orang yang lalai diingatkan

3. Kedudukan salat begitu pentingnya sehingga Nabi Ibrahim as menjelaskan bahwa tujuan beliau menempatkan istri dan putranya di gurun yang tidak ada air dan tumbuhan adalah untuk menegakkan salat, bukan untuk melakukan ibadah haji

4. Imam Husein as, pada waktu Zuhur hari Asyura, untuk melaksanakan salat dua rakaat, dia rela menjadikan dadanya sebagai sasaran empuk anak panah

5. Al-Qur'an memerintahkan kepada Nabi Ibrahim as dan Nabi ismail untuk menyiapkan dan membersihkan Masjidil haram bagi orang yang mengerjakan salat. Begitu pentingnya kedudukan salat sehingga Zakaria, Maryam, Ibrahim dan Ismail menjadi pelayan mesjid, tempat didirikannya salat.

6. Ketika seorang bayi lahir, azan dan ikamah dikumandangkan di telinganya

7. Salat adalah kunci diterimanya seluruh amal. Amirul Mukminin Imam Ali as berkata kepada seorang gubernurnya " jadikan waktu terbaikmu untuk mengerjakan salat. Ketahuilah! Sesungguhnya diterimanya seluruh amalmu tergantung salat "

8. Salat adalah mengingat Allah dan hanya mengingat yang dapat menenteramkan hati

9. Salat dapat dikerjakan dengan membaca semua surah, dari surah panjang (al-Baqarah) hingga surah terpendek (surah Al Kautsar)

10. Salat ayat wajib dikerjakan untuk kejadian kejadian bumi, seperti gempa  dan angin topan yang menakutkan, maupun untuk kejadian kejadian langit seperti gerhana matahari dan gerhana bulan. Bahkan untuk meminta hujan ada salat istisqa

11. Salat dapat mencegah manusia dari perbuatan yang keji dan mungkar. Dalam salat, perhatian ditunjukkan kepada kesempurnaan kesempurnaan, Diantaranya sebagai berikut,

a. Kebersihan dan kesehatan, dapat dilihat pada perbuatan menggosok gigi, wudu, mandi dan menjaga kebersihan badan dan pakaian

b. Kita belajar keberanian dan melantangkan suara dari azan

c. Kita belajar hadir di lapangan dengan berjamaah dalam salat

d. Kita memperhatikan keadilan dengan memilih orang yang adil sebagai imam salat jamaah

e. Kita belajar bahwa kesempurnaan ada pada orang yang berdiri di saf pertama

f. Dengan menghadap kiblat, kita mempunyai arah yang mandiri. Orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen dalam melakukan ibadahnya mempunyai arah masing-masing. Kita kaum muslim harus mandiri. Karena itu, Al-Qur'an memerintahkan kamu muslim untuk menjadikan Ka'bah sebagai arah kiblat, supaya kaum muslim mempunyai kemandirian dalam arah kiblat

g. dalam salat kita belajar menjaga hak-hak orang bahkan sehelai benang hasil ghasab (mengambil barang orang lain tanpa izin) tidak boleh ada pada pakaian yang dikenakan untuk salat

h. Dalam salat ada perhatian terhadap masalah politik. Dalam hadis hadis dikatakan, salat yang tidak disertai dengan penerimaan terhadap kepemimpinan imam Maksum tidak akan diterima.

i. Dalam salat kita belajar memerhatikan keteraturan dari barisan barisan salat berjamaah yang teratur, belajar memerhatikan para syuhada dari turbah Karbala dan belajar memerhatikan kebersihan lingkungan dari anjuran anjuran untuk menjaga kebersihan masjid

j. Dalam semua rangkaian salat, kita mendapati perhatian kepada Allah Swt. Kita mendapati perhatian kepada hari pembalasan dan bacaan Maliki yawmiddin (pemilik hari pembalasan), kita mendapati perhatian dalam memilih jalan dalam bacaan ihdinash shirathal mustaqim (Tunjukilah kami jalan yang lurus), kita mendapati perhatian dalam memilih temen yang baik dalam bacaan shirathal ladzina an'amta 'alayhim (jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat) juga menghindari orang-orang yang menyimpan dan orang-orang yang dimurkai dalam bacaan ghayril maghdhubi 'alayhim waladhdhalin (bukan jalan orang orang yang engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat) perhatian kepada Nabi Saw dan Ahlulbaitnya as dalam tasyahud, dan perhatian kepada orang-orang saleh dalam ucapan salam : Assalamu 'alayna wa 'ala 'ibadillahish Shaalihin

k. Dalam salat kita mendapati perhatian kepada makanan yang sehat. Dalam hadis dikatakan " jika seseorang meminum yang beralkohol, salatnya tidak diterima hingga empat puluh hari "

l. Dalam salat kita mendapati keindahan lahir karena dalam salat dianjurkan mengenakan yang paling bagus dan menggunakan minyak wangi dan oerhii. Bahkan para wanita juga dianjurkan mengenakan perhiasannya dalam salat

m. Dalam salat kita mendapati perhatian kepada pasangan karena dalam hadis dikatakan " jika diantara suami istri ada masalah, ketika satu sama lain saling menyakiti atau melontarkan kata-kata yang tidak pantas, salah keduanya tidak diterima "

Dalam ayat-ayat Al-Qur'an, salat dan amar makruf dan nahi mungkar disebut secara beriringan dan berpengaruh kepada satu sama lain. Sebagai contoh,

1. Sesungguhnya salat mencegah perbuatan yang keji dan mungkar (QS. Al-ankabut [29]: 45)

2. Sesungguhnya perbuatan baik (termasuk salat), menghapus kesalahan (QS. Hud [11]: 114)

3. Dirikanlah salat dan perhatikanlah yang makruf dan cegahlah yang mungkar

4. Orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah orang-orang yang jika kami berikan kedudukan di bumi, mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar (QS. al-Hajj [22]: 41)

Sumber: Dikutip dari buku Ramadan bersama Al-Qur'an menata diri menuju yang maha suci, Mohsen Qira'ati, hal.37-41
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: