Selasa, 22 Mei 2018

Ucapkan belasungkawa atas hari wafatnya Sayyidina Abu Thalib



Pujian indah Dari Lisan Ahlulbait As untuk Sayyidina Abu Thalib

Imam Ali Zainal Abidin bin Al-Husein As (as-Sajjad) ditanya oleh seseorang dari mereka yang telah mendengar ucapan batil yang dibuat buat seputar keimanan Abu Thalib. Imam As menjawab "iya"

Si penanya mengulangi pertanyaannya untuk mengetahui sumber tuduhan ini dan sejauh mana kebenarannya. Imam as menjawab " Ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa dia (Abu Thalib) adalah orang kafir "

Dari Dada imam Ali Zainal Abidin as terpancar kepedihan dan jeritan keteraniyaan.

" Sungguh aneh, sangat aneh, apakah mereka mencela Abu Thalib ataukah Rasulullah Saw ? Allah SWT telah melarangnya membiarkan perempuan mukmin tinggal bersama laki-laki kafir dalam banyak ayat Al-Qur'an. Tidak seorang pun meragukan bahwa Fatimah Binti Asad ra adalah termasuk perempuan perempuan mukmin terdahulu. Ia senantiasa dibawah perlindungan [sebagai istri] Abu Thalib hingga Abu Thalib ra wafat


             ●───✸✸☘🌸☘✸✸───●
Ucapan Imam as-Sajjad as ini menunjukkan bahwa  ucapan yang mengatakan bahwa Abu Thalib musyrik tiada lain adalah celana kepada Rasulullah Saw. Hal itu berarti menganggap remeh terhadap pelaksanaan ketetapan Allah di dalam kitab Nya, yang terkandung didalam beberapa Ayat. Al-Qur'an melarang perempuan  hatinya telah tersentuh keimanan berada dalam perlindungan [sebagai istri] laki-laki yang tidak mendapatkan hidayah dari cahaya agama ini.

Tidak ada keraguan tentang keimanan Fatimah binti Asad, ibunda Ali dan istri Abu Thalib, juga tidak ada yang mengatakan bahwa Rasulullah memutuskan ikatan pernikahan keduanya (antara Abu Thalib dan Fatimah binti Asad) yang ditetapkan Al-Qur'an kalau Abu Thalib bukan seorang mukmin.

Karena Fatimah binti Asad, yang keimanannya tidak diragukan, tetap dalam perlindungan Abu Thalib, maka orang yang mengatakan bahwa Abu Thalib adalah orang musyrik adalah salah satu dari dua orang ini. Pertama, orang yang mencela Abu Thalib, karena ia membuat buat kebohongan yang ia sendiri berlepas diri darinya dan menimpakan kezaliman kepadanya ketika menisbahkan kemusyrikan kepadanya, padahal ia adalah orang mukmin. Kedua, orang yang mencela Rasulullah Saw, karena kalau kemusyrikan Abu Thalib terbukti hal itu tidak mungkin terjadi maka celana itu ditunjukkan kepada Rasulullah Saw sendiri karena beliau dianggap telah meremehkan apa yang dibawa Wahyu langit kepadanya. Padahal Allah telah melarangnya agar jangan membiarkan perempuan Mukmin tinggal bersama laki-laki kafir. Namun, beliau tidak melaksanakannya dan membiarkan ikatan pernikahan antara Fatimah dan pamannya

             ●───✸✸☘🌸☘✸✸───●

Sumber: al-Hujjah hal.24; Syarh Nahj al-Balaghah juz 3 hal.312; Syaikh al-Abthah hal.76; al-Ghadir juz 7 hal.381, 390 dan 391 yang dikutip dari dua sumber pertama dan karena derajatnya yang tinggi  dan cahaya semesta yang dikatakannya, Ada pula yang mengatakan bahwa hadis seperti itu banyak pada kami; A'yan Asy-Syiah juz 39 hal.136-137 secara ringkas.

Dikutip dari buku Abu Thalib Mukmin Quraisy, hal.195-196
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: