Putra-putriku sayang


karimahahlulbait - Mungkin saja Imam Ali as adalah nama pertama yang tersimpan dalam hati dan jiwamu. Sebab kedua orang tuamu membisikkan nama itu ketelingamu sesaat setelah kau lahir. Sejak engkau mulai meyusu, ibumu mengalirkan nama beliau ke mulut mungilmu. Saat mampu melihat, kau saksikan ayahmu menyebut nama Ali setiap kali berdiri. Setelah kau tumbuh besar, nama Ali selalu mengiringimu di setiap tempat. Kau sering mendengar tentangnya dirumah, sekolah, masjid, dan tempat-tempat lain. Betapa seringnya orang-orang menjelaskan padamu tentang keputusan (hukum) dan ibadahnya, peperangan dan keberaniannya, serta kezuhudan dan ketakwaan beliau. Mereka menulis semua itu untukmu. Hingga saat hendak mengatakan sesuatu tentangnya, seolah-olah engkau sedang menyaksikan dan hidup semasa dengan beliau. Tatkala menghadapi pelbagai kesulitan dalam hidupmu, kau menanti jalan keluar darinya. Demikian pula kau selalu mengharap pertolongan beliau dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup di masa datang.

Namun, apakah semua itu yang mendorong kita mencintai Ali ?

Imam Ali as menang seorang ksatria yang tiada tanding dalam setiap peperangan. Patutkah dicintai setiap orang yang mahir menebas pedangnya ? Imam Ali as juga seorang hakim yang tak pernah keliru dan salah dalam mengambil keputusan. Pantaskah seorang hakim dicintai lantaran keadilannya ? Tak seorang pun menyamai beliau dalam ibadah yang dalam semalam pernah berdiri mendirikan shalat seribu rakaat. Tapi layakkah ahli ibadah dan orang Zuhud dicintai ? Lantas, mengapa engkau mencintai Imam Ali as ? Mengapa hatimu terpaut padanya ?

Engkau mencintai imam Ali as lantaran memahami, menyadari, dan merasakan bahwa beliau juga sangat mencintaimu. Kau dan aku sama-sama mencintai Ima Ali as lantaran kita merasakan beliau as telah menyuguhkan kepada kita cintanya yang paling suci.

Buku kecil ini disusun untuk menjelaskan mata air nan jernih dan abadi itu. Disamping menguasai berbagai disiplin ilmu, sang penulis, seperti halnya dirimu, juga merasakan nikmatnya masa muda, pelbagai kecenderungannya, juga bahaya bahayanya. Ia selalu menjulurkan kedua tangannya ke puncak ilmu pengetahuan hingga dapat menyaksikan wajah Imam Ali as yang penuh kecintaan serta memperlihatkan nya kepada orang lain. Yaitu pandangan yang dipenuhi semangat kepemudaan, ilmu pengetahuan, dan cinta kepada mata air seluruh keberadaan.

Pandangan yang menyingkap rahasia cinta sang kekasih kepada pecintanya, bukan cinta pecinta kepada sang kekasih. Sebuah pandangan yang di dalamnya selalu terdengar ucapan Imam Ali as yang dipenuhi semangat cinta,

" Apabila suatu bahaya menimpamu, berarti itu telah menimpaku pula. Apabila kematian membuatmu takut, maka seolah-olah ia sedang menghampiriku juga. Sebab, aku merasakan dirimu sebagai bagian dari diriku"

Kata-kata diatas adalah sebagai pesan imam Ali as yang ditulis untuk putranya, imam Hasan as. Perlu diketahui, baris pertama pesan itu ditulis sedemikian rupa agar Setiap pembaca dapat mencerna bahwa putra beliau hanya sekedar contoh, dan pesan itu tidak hanya ditunjukkan kepada nya. Sebaliknya pesan itu ditunjukkan untuk seluruh pemuda di muka bumi dan sahabat sahabat imam Ali as dari kalangan pemuda di sepanjang generasi.

Sungguh imam Ali as pantas dicintai. Imam Ali as kayak dicintai karena beliau pun mencintaiku, imam Ali adalah kekasihku. Sebab aku adalah kekasih dan orang yang beroleh perhatian beliau. Kini aku mengerti, mengapa aku sangat mencintai imam Ali as dan akan terus mencintai beliau.

Imam Ali as laksana hujan cinta yang mengguyur di setiap masa. imam Ali as ibarat lautan cinta sejak dulu hingga kini. Karena itu, kututup payungku agar kubasah oleh siraman hujan ini. Kutenggelamkan tubuhku dalam pelukan gelombang mata airnya yang terdapat di kolam cinta yang kini sedang meluap.

Ham Dam adalah nama kumpulan buku yang rutin diterbitkan. Rangkaian buku itu khusus dipersembahkan bagi para remaja dan generasi muda. Buku ini ditulis berdasarkan kepedulian kepada kebutuhan kebutuhan rohani dan spritualmu serta dalam rangka menjawab pelbagai persoalan serius yang tak terhitung jumlahnya. Buku berjudul pemuda Dambaan surga ini merupakan langkah yang mengawali upaya tersebut dan karya tulis pertama dari kumpulan buku itu.

Bagi yang ingin membeli buku nya silahkan klik dibawah ini untuk membeli nya di toko buku Nurul Huda

http://www.tokobukunuralhuda.com/pemuda-dambaan-surga-nasihat-bagi-generasi-muda/


Sumber: pemuda Dambaan surga: Nasihat Bagi generasi muda, hal.13-17

0 Comments


EmoticonEmoticon