Percikan Hikmah dalam Kisah episode 2


Kisah-kisah Nabi Saw. Bag (2)

Pemuka Kabilah

Tatkala Nabi Saw. menyiapkan bala tentara untuk perang Tabuk salah satu dari tokoh Bani Salmah yang bernama Jad bin Qais (yang belum sempurna imannya) menemui beliau seraya berkata, “Berilah izin kepadaku untuk tidak ikut serta dalam perang ini, dan jangan kau jerumuskanku ke dalam lembah dosa dan kenistaan! Karena aku adalah orang yang suka mengumbar nafsu. Setiap pandanganku jatuh pada perempuan membuatku terpedaya dan terbuai olehnya, hingga aku akan menjadi korban tipu daya mereka dan tidak mampu lagi berperang serta berlumuran dosa.”

Nabi Saw. pun memberikan izin kepadanya untuk tidak ikut serta dalam perang Tabuk. Berkenaan dengan peristiwa ini turun sebuah ayat yang berbunyi:

“Di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah!” Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.” (QS at-taubah: 49)

Dalam ayat ini, Allah Swt. mengecam perbuatan orang tersebut. Seketika itu pula, Nabi Saw. menghadap kabilah Bani Salmah dan bertanya, “Siapa pemimpin kalian?”

Mereka menjawab, “Jad bin Qais, si bakhil dan penakut itu.”

Maka, Nabi Saw. bersabda, “Seburuk-buruknya penyakit adalah bakhil.” Beliau melanjutkan, “Pamimpin kalian sekarang adalah Basar bin Bara‟; pemuda berkulit putih itu. Dialah lelaki pemberani, dermawan dan orang yang menyenangkan.”¹

Catatan Akhir

¹ Bihar Al-Anwar: jil. 21; hal. 193.

Sumber: dikutip dari Percikan Hikmah
dalam Kisah Jilid V hal.14-15 oleh Mahmoud Nashiri

0 Comments


EmoticonEmoticon