Mereka bertanya Ali menjawab Bag 1


ALI DAN USKUP NAJRAN

Seorang uskup dari Najran datang menghadap kepada sang khalifah. Uskup itu berkata, "Wahai pemimpin kaum muslimin, negeri kami dingin dan kehidupannya keras, sehingga tiada yang dapat bertahan sekali-pun tentara. Jadi mereka tidak dapat datang ke sini. Aku sajalah yang akan menjamin upeti negeriku dan aku bawakan untukmu setiap tahun."

Maka diapun selalu membawa harta kekayaan setiap tahun dan sang khalifah memberi kebebasan padanya. Suatu saat datanglah seorang uskup beserta rombongan. Dia telah lanjut usia, tampan dan ber wibawa. Khalifah tersebut mengajaknya kepada Allah dan Rasul-Nya serta kitab-Nya.

Dia juga menjelaskan keutamaan Islam serta kenikmatan serta kemuliaan yang diperoleh kaum muslimin. Lalu uskup itu bertanya kepadanya, "Wahai Amirul mukminin, apakah anda membaca dalam kitabmu 'Dan surga yang Iuasnya seluas langit dan bumi,' maka dimana Ietak neraka?"

Khalifah diam dan kemudian berkata kepada Ali, "Jawablah dia"

All menjawab, "Aku akan menjawabmu wahai uskup. Bagaimana pendapatmu jika malam tiba, maka dimanakah siang? Dan jika siang tiba, maka dimanakah malam?"

Uskup itu berkata, "Aku tidak mengira seseorang dapat menjawab pertanyaanku tadi. Siapakah pemuda ini, wahai Amirul Mukminin?"

Khalifah itu berkata, "Dia adalah Ali bin Abi Thalib sepupu Rasulullah Saww, menantu beliau dan ayah Al-Hasan dan Al-Husein.'

Sang uskup berkata lagi, "Beritahu aku wahai Khalifah, tentang tanah dari bumi ini yang hanya sekali disinari matahari dan tidak mendapat sinar sebelum dan sesudah itu "

Sang khalifah berkata, "Tanyakanlah kepada pemuda ini!"

Lalu uskup tadi bertanya kepada Ali dan Ali pun menjawab, "Yaitu laut yang terbelah untuk Bani Israil maka matahari menyinari dasarnya saat itu. Penyinaran itu tidak pernah terjadi sebelum dan sesudah peristiwa itu

Uskup kemudian berkata, "Beritahu padaku tentang sesuatu yang berada di tangan manusia yang menyerupai buah-buahan surga!"

Kembali khalifah berkata, "Tanyakan pada pemuda ini"

Uskup kembali bertanya kepada Ali dan sekali lagi Ali menjawab, "Aku jawab pertanyaan anda. Itulah At-Qur'an yang di sepakat oleh penghuni dunia. Mereka mengambil dannya kebutuhan mereka, tetapi Al-qur'an tetap tidak berkurang. Demikian pula buah-buahan surga."

Uskup berkata, "Anda benar. Beritahukan aku tentang darah yang pertama kali jatuh ke permukaan bumi!"

Ali menjawab, "Kami tidak sependapat dengan mereka yang mengatakan bahwa itu adalah darah anak rusa yang pertama kali lahir. Tapi darah yang pertama kali jatuh di atas permukaan bumi adalah ari-ari Hawa saat melahirkan Habil putra Adam."

Uskup berkata, "Anda benar. Tinggal satu pertanyaan lagi Beritahukan padaku, di mana Allah ?"

Sang khalifah marah, tapi Ali berkata, "Aku akan menjawab pertanyaan Anda. Bertanyalah sesuka anda. Dahulu kami bersama Rasulullah. jika malaikat datang pada beliau dan mengucapkan salam, beliau bertanya, Dan mana anda diutus?" Dia menjawab, "Dari langit ke tujuh, dari Tuhanku." Malaikat datang lagi dan Beliau menanyakan pertanyaan yang sama. Jawab malaikat, "Aku diutus dari bumi ke tujuh, dari Tuhanku." Lalu malaikat datang untuk ketiga kalinya dari arah Timur, dan yang keempat kalinya dari arah Barat. Dengan demikian maka Allah 'Azza wa Jalla ada di sana dan di sini. Dia di langit Tuhan dan di bumi Tuhan."

Sumber: dikutip dari buku mereka bertanya Ali menjawab

0 Comments


EmoticonEmoticon