Ibadah para imam suci Ahlulbayt as [ seri kedua belas || terakhir ]


Ibadah Imam Mahdi

Sejak kecil usia lima tahun beliau menyembah Yang Mahakuasa. Selama masa gaib kecil (ghaib ash-shughra) ketika para wazirnya memperoleh kemuliaan mengunjungi beliau, mereka selalu mendapati beliau sedang tekun dalam beribadah dan salat. Abul-Hasan Ali bin Muhammad Saymuri meriwayatkan, "Suatu hari aku pergi menemui Imam as dan berkata, `Duhai Putra Rasulullah saw. Setiap kali aku memperoleh kehormatan bertemu dengan Anda, aku selalu melihat Anda sedang sibuk dalam ibadah?'

Imam menjawab, lalu apalagi yang kamu harapkan dariku? Wahai Abul-Hasan. Manusia diciptakan hanya untuk ini. Mereka menghabiskan hidup mereka dalam mengingat Allah."

Kita telah secara singkat menelaah ibadah para imam suci as dalam setiap gerakan dan dan setiap perbuatan mereka adalah ibadah. Tidak ada dari Hukum Ilahi yang tidak mereka amalkan. Karena salat dan puasa adalah sebaik-baiknya amal ibadah, kenapa kita secara khusus menyebutkan mereka kendati tidak ada yang memiliki kemampuan menggambarkan mereka secara konkrit.

Saat ini mungkin ada orang yang mengingat kata-kata ini bahwa banyak para wali yang telah menghabiskan hidup mereka dalam beribadah kepada Allah. Lalu apa yang lebih utama dari para imam dibanding mereka?

Jawabannya adalah keutamaan dalam ibadah ada beberapa faktor:

1. Kuantitas: Yaitu jumlah ibadahnya. Misalnya orang yang berpuasa sepuluh hari lebih baik dari yang berpuasa sehari saja. Orang yang menunaikan salat ratusan rakaat lebih baik dari yang lima puluh .rakaat. Dari aspek ini tidak ada yang lebih unggul dari para imam. Karena salat, puasa dan haji mereka melebihi orang lain. Tiada seorang pun dalam Islam yang dapat menyaingi sehingga bahkan satu saja dari salatnya tidak pernah tertinggal. Tidak pernah ada seorang pun yang mengklaim bahwa di sepanjang hidupnya, sepanjang malam ia beribadah dan sepanjang siang berpuasa.

2. Prasyarat: Yaitu ada orang yang melaksanakan tiap-tiap amal ibadah menuruti ritual-ritual dan cara-cara yang ditetapkan. Sebaliknya, ada juga yang melakukannya tanpa peduli terhadap pemenuhan syarat-syaratnya. Keduanya melaksanakan amal yang sama tetapi yang  pertama akan lebih baik daripada yang kedua. Dari aspek ini juga ibadah Para imam as lebih baik dari orang lain, karena mereka melaksanakan semua amal ibadah dengan secara sempurna. Dalam hal ini tidak ada yang bisa menunjukkan kelemahannya. Jika ada kelemahan dalam amal ibadah mereka, mereka tidak akan menerima penghargaan kemuliaan amal mereka dan Allah Swt dan Nabi saw.

3. Hakikat: Yaitu perbuatan seseorang lebih baik dan perbuatan orang lain. Misalnya, perbuatan orang yang menunaikan amalan-amalan wajib lebih unggul daripada perbuatan orang yang melakukan amalan-amalan sunah. Dan aspek ini juga, amalan-amalan Ahlulbait jelas yang terbaik, karena mereka bahkan tidak memperbolehkan Tarkul Awla (mengabaikan pilihan yang disukai) termasuk dalam perbuatan mereka. Mereka juga tidak pernah mengabaikan amal yang disunahkan dan melaksanakan tiap-tiap amalan dengan pengamanan dan penjagaan.

4. Niat: Yaitu dua orang melaksanakan amalan serupa tetapi masing-masing memiliki maksud berbeda. Misalnya, yang satu mencari rida Allah dan yang lain hanya untuk pamer. Karena para imam melakukan segala sesuatu demi rida Allah dan tidak ada kepentingan pribadi di dalamnya, dan mereka melakukan segala sesuatu demi cinta Allah, oleh karenanya dalam setiap hal amalan mereka lebih utama. Jika tidak demikian, kemuliaan mereka tidak disebutkan dalam Al-Qur'an

5. Prioritas: Misalnya seseorang mulai beribadah kepada Allah sejak kanak-kanak dan yang lainnya memulainya setelah separuh hidupnya berlalu. Karena para imam suci mulai beribadah sejak masa kanak-kanak, dari aspek ini pun mereka lebih utama.

6. Konsentrasi dan kerendahan hati: Yaitu ada orang yang mengerjakan salat dengan penuh konsentrasi dan yakin sedangkan yang lain menunaikannya secara sembarangan. Jelas bahwa kecuali Nabi saw, tidak ada yang dapat melebihi Ahlulbait dalam hal ini. Tidak ada yang bisa menandingi konsentrasi dan kerendahan hati mereka dalam beribadah.

Semua ulama sepakat bahwa para imam suci as melebihi semua manusia dalam keilmuan, keutamaan, ibadah dan pengekangan dan tidak satu pun dosa, baik kecil maupun besar pernah mereka perbuat. Oleh karena itu, kedudukan ibadah mereka juga lebih unggul dan lebih baik dari semua ahli ibadah di dunia.

Sumber : mencontoh para wali hal. 170-173 oleh Mz Hasan Amruhi

0 Comments


EmoticonEmoticon