Ibadah para imam suci Ahlulbayt as [ seri kesebelas ]


Ibadah Imam Hasan Askari

Imam Hasan Askari juga memiliki kecintaan yang begitu besar terhadap ibadah kepada Allah. Di dalam penjara beliau menerima segala jenis kesusahan, tidak mendapat udara segar, hukumannya selama dua tahun diperpanjang, bahkan beliau tidak diberi apa-apa kecuali air dingin dan dua potong roti untuk dimakan. Di tempat berkondisi seperti ini beliau menghabiskan malam dalam beribadah kepada Allah dan sepanjang siang berpuasa. Para abdi Muktamid terkesan melihat ibadahnya dan mereka saling berucap: Andai kita bisa bebas melakukan pelayanan kepada pribadi mulia ini.

Kemudian Muhammad bin Ismail Alawi berkata bahwa beberapa orang dari Bani Abbas pergi menemui Saleh bin Washf, yang di bawah pengawasannya Imam Hasan Askari dipenjara dan berkata, "Bersikap ganaslah terhadapnya dan jangan sedikit pun berbelas kasih."

la berkata, "Aku telah menunjuk dua orang penjaga untuknya. Keduanya garang dan sangat bringas, tetapi setelah melihat salat tawanan ini yang begitu khusyuk, ibadahnya kepada Allah dan kekuatan spiritualnya, mereka berdua menjadi abdinya yang taat mencium kakinya. Sepanjang malam mereka ikut salat bersamanya."

Setelah itu Salih memanggil kedua abdinya itu dari penjara dan berkata, "Bagaimana keadaan kalian?"

Mereka berkata, "Kondisi siapakah yang akan kami gambarkan? Kondisi kami atau kondisi orang yang sepanjang siang berpuasa dan sepanjang malam berdoa? Dia tidak melakukan apa pun kecuali berdoa. Ketika orang melihat wajahnya yang bercahaya, akhlaknya yang seperti ini bersinar sehingga kami tidak dapat berlaku kasar padanya. Dialah ahli ibadah yang telah mengubah orang buruk seperti kami menjadi orang-orang yang rajin beribadah."

Sumber : mencontoh para wali hal.169-170, oleh Mz Hasan Amruhi

0 Comments


EmoticonEmoticon