Syarat syarat untuk menjadi Syiah [ seri kedua ]


Oleh : Muhammad Mahdi Al-Ashifi

Ahulbait as. Memberi Syafaat di Sisi Allah swt. dan Senantiasa Bergantung kepada-Nya

Sesungguhnya Ahlulbait as. tidak butuh kepada selain Allah swt., tetapi mereka senantiasa bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Mereka memberi syafaat dengan izin Allah dan tidak akan pernah memberi syafaat pada siapapun tanpa seizin-Nya.

Maka barang siapa yang ingin merasa cukup dan tidak butuh ketaatan kepada Allah, ibadah kepada-Nya, takwa dan warak serta hanya bermodalkan cinta dan wilayah Ahlulbait as., maka ketahuilah dia telah menapaki jalan selain Ahlulbait as. dan mengikuti mazhab selain mereka. Dan dengan demikian, dia tidak akan memetik buah yang diharapkan dari kecintaannya pada Ahlulbait as.

Amr bin Sa’id bin Bilal berkata: “Suatu saat aku menemui Abu Ja’far Muhammad Baqir as. Di sekitar beliau tampak ada sekelompok orang. Kepada mereka Imam berkata: ‘Ambillah jalan tengah! Orang yang berlebihan akan kembali pada kalian dan orang yang akan datang akan bergabung bersama kalian. Ketahuliah wahai Syi’ah dan pengikut keluarga Muhammad saw.! Tidak ada kekerabatan antara kami dengan Allah swt., diri kami juga tidak menjadi hujah di hadapan Allah, dan kedekatan pada Allah tidak akan bisa diraih kecuali dengan ketaatan pada-Nya. Maka barang siapa yang taat pada Allah, maka wilayah dan cintanya pada kami akan bermanfaat baginya, dan barangsiapa yang menentang maka cintanya tak lagi berarti sama sekali’.

“Kemudian beliau mengalihkan perhatian kepada kami seraya berkata: ‘Jangan memperdaya dan jangan berdusta atau membuat-buat" [1]

Maka itu, barang siapa yang menghendaki Ahlulbait as. dan ingin mengikuti ajaran mereka serta berwilayah kepadamereka, maka dia harus sadar bahwa Ahlulbait as. tidak memiliki keuntungan maupun bahaya, baik pada diri mereka sendiri maupun untuk orang lain, kecuali dengan izin Allah swt. dan kehendak-Nya. Mereka hanyalah hamba-hamba ciptaan Allah yang dekat pada-Nya.

Sudah barang tentu, orang yang menghendaki Ahlulbait as. dan berharap kedekatan diri pada Allah dan syafaat di sisinya melalui cinta pada mereka, maka seyogyanya dia bertakwa kepada Allah dan menempuh jalan orang-orang saleh.

Diriwayatkan bahwa Imam Ali as. berkata: “Bertakwalah pada Allah, janganlah kalian terperdaya oleh orang lain, janganlah kalian termakan dusta orang lain. Ketahuilah bahwa agamaku adalah agama yang satu, agama (Nabi) Adam yang diridhai Allah swt.; aku hanyalah hamba ciptaan-Nya, dan aku tidak memiliki jaminan atau bahaya pada diriku sendiri kecuali apa yang dikehendaki Allah, dan aku tidak berkehendak kecuali apa yang Allah kehendaki” [2]

Catatan akhir

[1] Biharul Anwar: Jil. 68/178.
[2] Ibid: Jil. 68/89 dinukil dari al-Mahasin; al-Barqi: 148.

0 Comments


EmoticonEmoticon