Syarat syarat untuk menjadi Syiah [ seri pertama ]


Syarat Umum Syi’ah Ahlulbait as.

Nilai yang kita perbincangkan seputar kepengikutan kepada Ahlulbait as. dan penerimaan wilayah mereka tidak lepas dari syarat-syarat umum. Wilayah dan dukungan itu tidak membuahkan hasil kecuali dengan terealisasinya syarat-syarat tersebut. Termasuk di antaranya adalah pengetahuan tentang hukum agama atau fikih, ibadah, takwa, warak, pertalian dan komunikasi bersama orang-orang mukmin pada khususnya dan semua orang muslim pada umumnya, disiplin, adab, budi pekerti dan pergaulan yang baik dengan masyarakat, amanat, dan jujur dalam bertutur.

Tanpa semua itu, kepengikutan seseorang kepada Ahlulbait as. bukanlah syi’ah dan wilayah yang sebenarnya, karena syi’ah yang sejati adalah kepengikutan yang nyata dan tulus bersama mereka as

Berikut ini beberapa poin penting dari ajaran Ahlulbait as. berkaitan dengan Syi’ah atau pengikut mereka:

Jadilah Hiasan, bukan Coreng

Imam-imam suci Ahlulbait as. memerintahkan Syi’ah agar menjadi perhiasan bagi mereka dan bukan sebaliknya menjadi noda dan coreng bagi mereka, karena jika mereka (Syi’ah) berbuat dengan akhlak Islam dan beradab sesuai kesantunan Islam niscaya masyarakat akan menyanjung Ahlul-bait as. seraya berkata: “Betapa indahnya Ahlulbaitas. mendidik dan menyucikan Syi’ah mereka”. Ini tentu berbeda jika masyarakat menjumpai keburukan mereka dalam pergaulan dan perilaku, juga tidak menegakkan hukum Allah swt. serta halal dan haram-Nya, niscaya masyarakat akan mencemooh Ahlulbait as. karena kelakuan buruk mereka tersebut.

Sulaiman bin Mihran menceritakan: “Suatu hari aku menemui Imam Ja’far bin Muhammad Ash-Shadiq as. yang kebetulan pada saat itu ada beberapa orang dari pengikut beliau di situ, beliau memanggil: ‘Wahai sekalian Syi’ah ! Jadilah kalian hiasan bagi kami dan jangan menjadi coreng bagi kami, bertuturlah yang sopan dengan masyarakat, jagalah lidah kalian, hindarilah campur tangan dan tutur kata yang buruk”.

Diriwayatkan dari Abu Abdillah Ja’far Ash-Shadiq as. berkata: “Wahai orang-orang Syi’ah! Sesungguhnya kalian dikaitkan kepada kami, maka jadilah hiasan bagi kami dan jangan jadi noda untuk kami…” [1]

Diriwayatkan pula dari beliau berkata: “Sesungguhnya Allah merahmati hamba-Nya yang menyebabkan kami tercinta di tengah masyarakat, dan tidak menjadikan kami dibenci mereka. Demi Allah, andaikan hamba-hamba Allah itu meriwayatkan keindahan tutur kata kami, niscaya mereka lebih mulia dan terhormat, dan tidak akan ada seorangpun yang dapat menyanggah mereka” [2]

Beliau juga berkata: “Allah swt. merahmati orang yang menyebabkan kami tercinta di tengah masyarakat dan tidak menjadikan kami dibenci mereka. Sungguh demi Allah! Andaikan hamba-hamba Allah itu (Syi’ah) meriwayatkan keindahan bicara kami, niscaya mereka lebih mulia dan terhormat, serta tidak akan ada seorangpun yang mampu menyanggah mereka. Namun sayang ! Sebagian dari mereka mendengar satu kata dan menambahkan puluhan kata (saat menukilnya)” [3]

Dalam riwayat lain beliau berkata: “Wahai Abdul A’la ! Sampaikan salamku kepada mereka (Syi’ah) wa rahmatullah dan katakan kepada mereka: ‘Allah swt. merahmati orang yang memikat cinta masyarakat pada dirinya juga pada kami dengan cara menampilkan sesuatu yang makruf pada mereka, dan menghindarkan sesuatu yang munkar dari mereka" [4]

Diriwayatkan juga bahwa Imam Ja’far Ash-Shadiq as. berkata: “Wahai orang-orang Syi’ah, jadilah hiasan bagi kami dan jangan menjadi noda untuk kami, berbicaralah santun kepada masyarakat, jagalah lidah kalian, dan hindarilah campur tangan dalam urusan orang lain dan perkataan yang buruk" [5]

Catatan akhir

[1] Misykatul Anwar, hal. 67
[2] Ibid, hal. 180.
[3] Raudlatul Kafi, hal. 293.
[4] Biharul Anwar, Jil. 2/77.
[5] Ibid, Jil. 71/310.

0 Comments


EmoticonEmoticon