Ibadah para imam suci Ahlulbayt as [ seri ketujuh ]


"Membantu orang yang tidak mampu termasuk sedekah yang paling utama" [ Imam Kadzim as ] sumber Tuhaf al-'Uqul

Ibadah Imam Musa Kazim

Disebutkan dalam Fashl al-Khithab bahwa pada waktu matahari terbit beliau bersujud bagi Sang Pencipta dan beliau memperpanjang sujud ini sampai tengah hari.

Dikarenakan ketekunannya dalam ibadah, beliau menjadi kurus sampai orang-orang sangat mudah mengenalinya. Ia tampak seperti seonggok kain putih di atas sajadahnya. Melihat tingkat ibadahnya, suatu kali Harun Rasyid berkata, "Anda ini pendeta dan orang paling saleh Bani Hasyim."

Selama berada di penjara, beliau terbiasa membaca munajat dan salat sunah setelah menunaikan Salat Subuh dan setelah itu bersujud sampai siang. Setelah matahari mula turun dari titik puncaknya, beliau baru mengangkat kepalanya dan menunaikan Salat Zuhur. Kemudian beliau menghabiskan waktu seharian dalam beribadah.

Pada malam hari beliau tidur sebentar dan sebagian malam beliau habiskan dalam beribadah. Setelah Salat Zuhur dan Asar beliau bersujud dan terus dalam posisi ini sampai matahari terbenam.

Saat malam tiba beliau berdiri untuk menunaikan Salat Magrib. Setelah Salat Magrib beliau membaca doa-doa sampai tiba waktu Isya. Setelah Salat Isya beliau membaca doa-doa dan munajat. Ketika selesai semua ini, beliau berbuka puasa dan memakan sedikit makanan kemudian bersujud syukur.

Kemudian setelah tidur sebentar, beliau khusyuk dalam menunaikan salat malam hingga waktu Subuh tiba.

Suatu hari Harun Rasyid mengutus seorang budak perempuan yang sangat menarik ke penjara untuk menggoda Imam dengan segala cara. Perempuan itu datang kepenjara dan menjalankan segala taktik tetapi gagal. Bahkan Imam tidak sedikit pun tertarik olehnya dan pembacaan munajatnya di hadapan Allah telah berpengaruh besar atas perempuan itu sehingga ia segera menyesali niat jahatnya dan menjadi tekun beribadah.

Ketika diberitahukan kepada Harun, ia memanggil perempuan itu dan bertanya, "Kenapa kamu tidak melaksanakan tugasmu di sana?"

Perempuan itu berkata, "Wahai tuan. Dengarlah. Lelaki ini bukan manusia. Dia malaikat. Bagaimana bisa aku menarik hatinya Aku telah berusaha menarik hatinya tetapi malah sebaliknya, spiritualitasnya mempengaruhiku.

Sejak itu perempuan itu mengasingkan diri dan menghabiskan usianya dalam beribadah.

Sumber : mencontoh para wali hal.164-165, oleh Mz Hasan Amruhi

0 Comments


EmoticonEmoticon