Ibadah para imam suci Ahlulbayt as [ seri ketiga ]

Ibadah Imam Husain

Apa yang bisa dikatakan mengenai ibadah orang yang dibesarkan di atas pangkuan Rasulullah saw dan Imam Ali as serta memperoleh manfaat dari mereka. Sejak kanak kanak Imam Husain as sangat cinta ibadah. Beliau sering menunaikan salat bersama Rasulullah saw.

Hafash bin Ghiyats meriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah saw berdiri untuk salat dan Imam Husain juga datang dan berdiri di sebelahnya. Ketika Rasulullah membaca takbir, Imam Husain yang baru berusia lima atau enam tahun waktu itu juga berusaha mengucapkannya tetapi tidak bisa diucapkan dengan benar. Rasulullah  kembali mengucapkan takbir. Lagi-lagi Imam Husain tidak dapat mengucapkannya dengan benar. Maka Rasulullah pun mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali secara bersama sama Oleh karena itu, sejak itu disunahkan membaca takbir tujuh kali sebelum takbiratul ihram.

Seseorang bertanya kepada Imam Zainal Abidin as, kenapa ayahnya mempunyai anak sedikit. Beliau menjawab Alasannya karena beliau menunaikan salat seribu rakaat setiap malam." Imam Husain as juga menunaikan haji sebanyak dua puluh lima kali dengan berjalan kaki dan tunggangannya tetap berjalan di sampingnya selama perjalanan

Sedemikian rupa kecintaannya beribadah kepada Allah sehingga pada malam Asyura ibadahnya terhenti karena harus menghadapi Umar bin Sad. Malam kesusahan adalah malam Asyura, segala malapetaka telah mengepung Imam as, bahkan saat beliau sedang khusyuk dalam salat dan beribadah sepanjang malam dengan keikhlasan, kerendahan hati dan penghambaan. Hanya orang seperti Imam Husain as saja yang dapat melakukan ibadah seperti ini. Musuh-musuh beliau menembakkan anak panah pada saat Imam Husain as sedang mendirikan salat. Lebih penting lagi adalah ketika beliau sedang mengerjakan salat asar. Makhluk yang terluka dan tertindas ini dikepung oleh musuh-musuh yang menyerang beliau dari segala sisi sementara beliau sedang menunaikan salat asar dengan isyarat. Puncaknya adalah mereka memenggalnya saat beliau sedang sujud.

Sumber : mencontoh para wali hal.158-159, oleh Mz Hasan Amruhi

0 Comments


EmoticonEmoticon