Ibadah para imam suci Ahlulbayt as [ seri kesepuluh ]

Ibadah Imam Ali Naqi

Seperti datuk-datuknya, Imam Ali Naqi as juga pecinta zikir kepada Allah. Ketika Mutawakkil memanggilnya dari Madinah ke ibukotanya dan memasukkannya ke dalam penjara, ia menunjuk seorang berhati batu bernama Zarraqi sebagai sipir penjara. Namun ia keheranan dengan perilaku beliau yang mulia dan ibadah siang malam beliau yang lambat laun menjadikannya sebagai abdi dan pendukung Imam. Ketika Mutawakkil diberitahu mengenai kondisi ruhaninya, suatu hari ia memanggilnya untuk menghadap dan berkata, "Aku mengangkatmu agar garang dan ganas terhadap tahananmu."

Zarraqi berkata, "Wahai tuan. Orang ini rasanya lebih tinggi tingkatan ruhaninya dari para malaikat. Aku tahu itu, karena dia berada dalam tanggung jawabk, aku tidak pernah melihat dia sepanjang siang makan dan sepanjang malam tidur. Bagaimana engkau mengharapkan aku berlaku kasar pada orangyang sangat sibuk dalam beribadah kepada Allah, yang setiap hari berpuasa, yang tidak menuntut apa pun juga, yang tidak pernah berkata buruk kepada siapa pun, yang senang berzikir mengingat Allah? Bagaimana bisa aku menindasnya dan menghancurkan akhiratku? Wahai tuan. Beliau meratap karena takut kepada Allah sehingga janggutnya basah dengan air matanya. Beliau membaca Al-Qur'an dengan begitu merdu sehingga jlka orang yang mendengarnya berhati batu pun akan luluh seperti lilin.

Aku rasa engkau telah memberiku seorang malaikat dalam tanggung jawabku. Aku telah melihat banyak para ahli ibadah tetapi tidak pernah melihat yang seperti beliau."

Sumber : mencontoh para wali hal.168-169, oleh Mz Hasan Amruhi

0 Comments


EmoticonEmoticon