Ibadah para imam suci Ahlulbayt as [ seri pertama ]




Ibadah Imam Ali

Wajah beliau selalu pucat setiap waktu salat tiba. Suatu ketika seseorang menanyakan hal ini. Beliau berkata "Inilah waktunya untuk menunaikan tugas, beban yang ditolak oleh langit, bumi dan gunung. Meskipun fisikku lemah, aku bersedia untuk memikul beban ini."

Imam as berkata, "Aku tidak mengetahui siapa pun di masyarakat ini yang telah melaksanakan salat bersama Rasulullah saw sebelum aku. Aku telah menunaikannya selama sembilan tahun sebelum orang lain melaku kannya." [Arjahul Mathalib]


Disebutkan dalam Syarah Nahjul Balaghah bahwa selama Perang Shiffin Imam Ali membentangkan sajadahnya di antara dua barisan prajurit dan melaksanakan salat bahkan ketika anak panah melesat dari segala sisi dan peperangan itu berlangsung sengit.

Beliau tidak takut sedikit pun terhadap anak-anak panah itu. Bahkan setelah selesai salat beliau tidak meninggalkan tempat sebelum memanjatkan munajat dan berbagai amalan sunah.

 Allamah Ibnu Abil-Hadid menulis bahwa Ali terbiasa dengan salat-salat sunah (nafilah) dan melakukan sujud panjang sehingga keningnya menyerupai lutut unta. Beliau sedemikian khusyuk di dalam salatnya sehingga benar-benar melupakan segala sesuatu selain-Nya. Begitu khusyuknya beliau salat bahkan tidak merasakan tubuhnya

Disebutkan bahwa suatu ketika sebuah panah menem bus kaki beliau. Amat sakit bagi beliau jika seseorang mencoba mencabutnya. Lalu mereka menyarankan agar menunggu Imam Ali as khusyuk di dalam salatnya. Maka ketika Ali as sedang salat, mereka mencabut anak panah itu dan Imam Ali tidak merasakannya sama sakali.

Dan bagaimana mereka berpuasa ketika Hasan dan Husain sakit, semua berjanji untuk berpuasa selama tiga hari. Ketika tiba waktunya untuk berbuka, seorang pengemis tiba di depan pintu dan mereka pun memberikan jatah mereka masing-masing dan karenanya mereka berbuka hanya dengan segelas air.

Keesokan harinya mereka berpuasa lagi tanpa memakan apa pun juga hingga hari ketiga. Allah Yang Mahakuasa menerima puasa mereka dan dalam memuji mereka diturunkanlah surah ad-Dahr.

Imam Ali as hampir setiap hari berpuasa dan sibuk dalam salat sepanjang malam. Sampai-sampai para tetangganya mendengar seribu Takbiratul Ihram (kalimat Allahu Akbar) dalam semalam.

Kondisi beliau menjadi sedemikian serius sehingga orang mengira jiwanya telah berpisah dari dirinya.


Sumber : mencontoh para wali hal.155-157, oleh Mz Hasan Amruhi

0 Comments


EmoticonEmoticon