Tafsir Surah al-baqarah bagian 1


Surah al-Baqarah

AYAT 1

الٓمّٓ

(1) Alif [A], Lâm [L], Mim [M]

TAFSIR

Huruf-Huruf al-Quran yang Disingkat

Pada permulaan 29 surah al-Quran al-Karim, terdapat beberapa huruf-huruf tertentu yang disingkat, al-Muqaththa’at, yang tampaknya terpisah satu sama lain; misalnya, mereka (huruf-huruf tersebut—penerj.) secara jelas tidak membentuk kata yang bermakna. Akan tetapi dimana saja mereka tercantum dalam al-Quran, surah tersebut diikuti langsung dengan beberapa ungkapan mengenai al-Quran dan signifi kansinya. Hal ini dengan sendirinya menunjukkan bahwa ada hubungan antara surah-surah ini dan al-Quran. Contohnya, surah an-Naml [27]:1-2, yang berbunyi: “Thâ Sîn. Inilah ayat-ayat al-Quran, sebuah kitab yang menjelaskan segala sesuatu.” Ada juga banyak contoh lainnya yang mirip dengan ayat ini dalam al-Quran.

Singkatan-singkatan huruf dalam al-Quran tersebut selalu dianggap misterius. Menurut para ulama dan ahli tafsir, huruf-huruf yang ditempatkan di awal beberapa surah, seperti Alif, Lâm, Mîm, dan sebagainya, termasuk di antara ‘ekspresi-ekspresi kiasan’ al-Quran. Semua itu merupakan rahasia-rahasia yang tak seorang pun mengetahuinya kecuali Nabi saw dan sepeninggalnya adalah para penerus beliau yang telah mewariskan beberapa hadis dan riwayat yang memberikan kesaksian atas masalah ini.

1. Amirul Mukminin Ali as berkata: “Setiap kitab memiliki inti dan inti Kitab ini (al-Quran) adalah “singkatan huruf-huruf”. [1]

2. Diriwayatkan dari Imam Ja’far ash-Shadiq as, ia berkata: “Alif, Lâm, Mîm adalah huruf-huruf yang ada di antara (seluruh) huruf-huruf Nama Allah Yang Mahamulia, yang terpencar dan tersebar dalam al-Quran dan setiap kali Nabi dan para imam maksum as menyeru Allah dengan ‘Nama Yang Mahamulia’ tersebut, niscaya doanya akan dikabulkan.” [2]

3. Diriwayatkan dari Imam Ali bin Husain as yang berkata: “Orang Quraisy dan orang Yahudi menolak al-Quran dan berkata, ‘Ia (al-Quran) hanyalah sihir belaka dan telah dikarang oleh dia sendiri.’ Kemudian Allah berfi rman: ‘Alif, Lâm, Mîm. Ini adalah Kitab (yang benar) …’, yakni ‘Ya Muhammad, Kitab ini telah diturunkan kepadamu, disusun dari singkatan huruf-huruf dan Alif, Lâm, Mîm adalah beberapa di antaranya. Mereka sama dengan huruf-huruf alfabet yang kalian ( manusia) gunakan dalam ucapan-ucapan kalian. Bawalah yang sama dengannya bila kalian sungguh-sungguh.’” [3]

4. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ikrimah yang berkata bahwa huruf-huruf ini adalah ‘huruf-huruf sumpah’ dan ‘Nama Allah’ yang dengannya Allah SWT bersumpah.

Alasan Allah memakai huruf-huruf ini dalam bersumpah, mungkin karena arti penting dan keagungan mereka (huruf-huruf yang singkat) yang mampu mengungkapkan keagungan dan kebesaran Allah dan rahasia dunia penciptaan. Semua ilmu pengetahuan, dari awal sampai akhir, aktivitas sehari-hari dan segenap hal di masyarakat dan komunikasi mereka dengan seluruh penjuru dunia, perkembangan industri, perdagangan dan aktivitas komersial antara orang-orang, pernikahan mereka, hukum sosial, peraturan, dan ilmu hukum agama- agama manusia semuanya bergantung pada huruf-huruf alfabet. Pergantian peradaban dan budaya kuno dari generasi-generasi tua sampai ke generasi-generasi berikutnya pada dasarnya hanya bisa dilakukan melalui tulisan dan catatan mereka dengan alfabet. Bahkan tafsir buku ini pun, yang merupakan pernyataan Ilahiah dan deskripsi konsep-konsep al-Quran, diterbitkan dan didistribusikan ke seluruh dunia dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Inggris (dan bahasa Indonesia, tentunya—peny.), lantaran keberadaan huruf-huruf alfabet. Lebih jauh lagi, sebuah sumpah biasanya digunakan untuk permasalahan besar dan penting. Huruf-huruf singkatan ini memiliki arti penting dan keagungan semacam itu. Oleh karena itu, Allah Yang Mahamulia bersumpah dengan menggunakan sebuah huruf alfabet dengan firman-Nya: “Nûn. Demi Pena dan demi (Catatan) yang ( manusia) tulis.” (QS al-Qalam [68]:1).

Bagaimanapun, terdapat lebih dari seratus hadis lain yang berkenaan dengan singkatan huruf-huruf dalam al-Quran yang disebutkan oleh para ulama dalam tafsir autentik dan kitab- kitab hadis.

Aspek lain yang disebutkan oleh beberapa orang masyhur berkaitan dengan huruf-huruf tersebut mengacu pada gagasan bahwa Kitabullah ini dengan keagungan dan reputasinya dapat menggoyahkan para pembicara ulung baik orang Arab maupun non-Arab dan telah membuat para ahli sastra dan yang lainnya tak berdaya menghadapi tantangannya disusun dari serangkaian huruf-huruf alfabetis yang dapat dimengerti oleh siapapun dengan mudah. Fakta ini menunjukkan bahwa al Quran bukanlah hasil pikiran dari manusia, melainkan sebuah wahyu yang mutlak adanya. Karenanya, tak seorang pun dapat membuat hal yang serupa dengannya.

Imam Ali bin Musa ar-Ridha as diriwayatkan telah menyampaikan sebuah hadis berikut: “Sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Quran ini dengan huruf-huruf yang biasa dipakai oleh seluruh bangsa Arab.” Dengan demikian, Allah Yang Mahaagung dan Mahatinggi berfirman: “Katakanlah: ‘Apabila seluruh manusia dan jin berkumpul bersama-sama untuk membuat yang mirip dengan al-Quran, maka mereka tidak akan mampu membuatnya, bahkan jika mereka saling tolong-menolong dan saling mendukung.” (QS al-Isrâ’ [17]:88).

Catatan kaki

[1] Tafsir ash-Shâfî, jilid 1, h.78.
[2] Makhzan al-‘Irfân, tafsir, jilid 1, h.66.
[3] Al-Burhân, tafsir, jilid 1, h.54

0 Comments


EmoticonEmoticon