Keutamaan Nabi Muhammad Saaw Dibandingkan Nabi-nabi Yang Lainnya Bag (2)


Oleh ust Muhammad Taufiq Ali Yahya

Nabi Hud a.s.:
Allah Swt telah memberi kemenangan kepada Nabi Hud a.s.  atas musuh-musuh dengan bantuan angin; apakah Allah telah berbuat yang sama kepada Nabi Muhammad saaw?

Nabi Muhammad saw:
Allah juga berbuat yang sama bahkan lebih kepada Nabi Muhammad saaw, pada perang Khondak Allah telah memberikan kepada beliau kemenangan atas musuh-musuhnya, melalui angin yang diperintahkan untuk menerbangkan batu-batu kerikil di samping sejumlah pasukan yang tidak terlihat.

Dan Allah memberi kelebihan kepada Nabi Muhammad saaw atas Nabi Hud dengan delapan ribu pasukan. Dan angin yang menerpa kaum Nabi Hud adalah angin kemurkaan, sedangkan Nabi Muhammad adalah angin rahmat.

Holy Quran 33:9
------------------
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَآءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.


* Ayat ini menerangkan kisah AHZAB Yaitu golongan-golongan yang dihancurkan pada peperangan Khandaq karena menentang Allah dan Rasul-Nya. yang dimaksud dengan tentara yang tidak dapat kamu Lihat adalah Para Malaikat yang sengaja didatangkan Tuhan untuk menghancurkan musuh-musuh Allah itu.

Nabi Sholeh a.s.:
“Allah telah menciptakan untuk Nabi Sholeh seekor onta yang akan merupakan pelajaran bagi kaumnya.

“Hal yang serupa juga terjadi pada Nabi Muhammad bahkan beliau telah dianugerahi hal yang lebih besar dari itu, onta Nabi Sholeh tidak pernah berbicara kepadanya dan tidak menyaksikan kenabiannya, tapi bagi Nabi Muhammad saaw berbeda;

“Ketika kami berserta beliau dalam salah satu peperangan muncul seekor sapi lalu mendekat kepada beliau dan menguak, kemudian Allah memberi kemampuan pada sapi itu untuk berbicara: “Wahai Rasulullah sesunguhnya si Fulan telah memanfaatkan dan menggunakan aku, hingga aku menjadi tua; dan iya akan menyembelihku; aku minta pertolonganmu dari dia.”Kemudian Rasul mengutus kepada pemilik sapi itu dan meminta sapi itu diberikan kepada beliau. Dan akhirnya sapi itu diberikan kepada beliau dan dibiarkan hidup.”

Dan ketika kami bersama beliau. “Imam Ali melanjutkan pembicaraannya” nampak seorang A'robi yang sedang menggiring onta, iya pasrah dan menyerah ontanya akan dipotong, karena kesaksian palsu beberapa orang; dan secara tak terduga onta tersebut berbicara: “Wahai Rasulullah sesungguhnya si Fulan ini tidak bersalah, akan tetapi beberapa orang telah bersaksi palsu untuk mencelakannya; sebenarnya yang mencuri aku adalah si fulan seorang Yahudi”

Nabi Ibrahim a.s.:
“Nabi Ibrahim a.s. telah bangkit dan belajar untuk mengetahui Allah dan pengetahuan akan Allah telah disertai keimanan kepadanya.

Hal yang sama juga dilakukan Nabi Muhammad saaw bahkan lebih; beliau bangkit dan belajar untuk mengetahui Allah dan menyertakan pengetahuannya dengan keimanan.

“Nabi Ibrahim bangkit dan belajar dalam usia lima belas tahun. Sedang Nabi Muhammad saaw berusia tujuh tahun.

Para pedagang Nasrani pada suatu hari singgah di antara Shofa dan Marwa, dan di antara mereka ada yang melihat Nabi Muhammad saaw dan mengenal beliau melalui sifat tanda dan berita pengutusan beliau; mereka berkata: “Wahai anak kecil siapa namamu?” “Muhammad” jawab beliau. “Siapa nama ayahmu?” “Abdullah.” jawab beliau. Mereka bertanya lagi: “Apa nama ini?” Sambil menunjuk tangan mereka ke arah bumi. Muhammad menjawab: “Bumi”. “Dan apa nama ini?” Sambil menunjuk tangan mereka ke arah langit. “Langit” jawab Muhammad. Dan sekali lagi mereka bertanya: “Siapa Tuhan keduanya?” “Allah” jawab Nabi Muhammad saaw. Kemudian Nabi Muhammad  saww menggertak mereka sambil berkata: “Apakah kalian akan meragukan aku kepada Tuhanku?”

Imam Ali a.s. melanjutkan perkataan: “Celaka engkau wahai Yahudi Nabi Muhammad sadar akan Tuhannya sementara kaumnya kafir, bermain judi, menyembah berhala; dia dengan lantang berseru “Tiada Tuhan selain Allah”.

“Allah telah  menghalangi Ibrahim dari Namrud dengan tiga penghalang.

“Allah juga menghalangai Muhammad dari orang yang ingin membunuhnya dengan lima penghalang dan berarti dua penghalang merupakan kelebihan Nabi Muhammad saaw: Firman Allah Swt:
Penghalang Pertama:

Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.  


Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,


Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, Maka karena itu mereka tertengadah.

“Orang kafir tampak tak berdaya dengan bukti kenabian Ibrahim.
“Hal yang sama juga dialami oleh Nabi Muhammad saaw, pada suatu waktu datang Ubai bin Khalf Al-Jumahi dengan membawa tulang-belulang yang remuk seraya berkata: Wahai Muhammad

Dan ia membuat perumpamaan bagi kami; dan Dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?

Dan Allah memberi kemampuan Muhammad untuk menjawab dengan firman-Nya yang menjadikan si Ubay tersipu dan tak berdaya di hadapan bukti kenabian Muhammad:
 

Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk. (Q.S. 36:79).

“Nabi Ibrahim telah menghancurkan berhala-berhala kaumnya karena marah demi Allah.

“Hal yang sama juga dilakukan Nabi Muhammad saaw, beliau telah menjungkir balikkan tiga ratus enam puluh berhala, kemudian membuangnya jauh darijazirah Arab dan mempermalukan penyembah-nya dengan pedang.

“Nabi Ibrahim a.s. telah menjatuhkan putra dan hendak menyembelihnya.

“Nabi Muhammad juga berbuat demikian, kalau setelah peristiwa itu Nabi Ibrahim telah diberi pengganti, maka Nabi Muhammad telah menderita dan mengalami cobaan yang lebih parah; ketika pamannya Hamzah singa Allahdan pembela agama mengalami perpisahan antara jasad dan ruhnya; beliau saww berdiri dengan penuh kesabaran di hadapannya. Tidak nampak dari raut wajah beliau rasa kegundahan yang mendalam dan tidak setetes air matapun yang mengalir; beliau melihat Hamzah tergeletak dengan seluruh jiwanya untuk mencapai keridhoaan Allah karena bersabar dan menyerah kepada perintah dalam semua perbuatan. Beliau saww berkata: Seandainya Shofiah tidak begitu mendalam kesedihannya, niscaya aku akan tinggalkan dia (Hamzah) dimangsa binatang buas; atau kehawatiranku kalau-kalau perbuatan ini menjadi tradisi sepeninggalku.

“Nabi Ibrahim a.s. pernah dibakar oleh kaumnya dan ia bersabar, kemudian Allah menjadikan api yang menganga sebuah kesejukan dan keselamatan; apakah hal sama juga dialami oleh Nabi Muhammad saaw?

Nabi Muhammad saaw juga mengalami hal yang sama; ketika beliau sampai di Khaibar; penduduk kota itu meracuni beliau, akan tetapi Allah meracuni dalam perut beliau sebuah kesejukan dan keselamatan; dan racun kalau berada di dalam perut dapat pula membakar sebagaimana api; ini merupakan kekuasaan Allah yang tidak mungkin diingkari

0 Comments


EmoticonEmoticon