Keutamaan Nabi Muhammad Saaw Dibandingkan Nabi-nabi Yang Lainnya Bag (1)


Oleh ust Muhammad Taufiq Ali Yahya

Keutamaan Nabi Adam a.s.:“Allah telah memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam, apakah Allah berbuat yang sama untuk Nabi Muhammad?

“Ya, Allah telah berbuat hal yang sama, ketika Allah memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam, maka sebenarnya perbuatan sujud malaikat tersebut bukan sebuah ketaatan mereka menyembah Adam dan bukan Allah, akan tetapi mereka mengakui adanya keutamaan dan rahmat kepada Adam, sedangkan Nabi Muhammad telah diberi hal lebih agung daripada ini,

Allah Swt dengan segala keagungan dan juga para malaikat bershalawat kepada beliau dan memerintahkan orang-orang mukmin untuk juga bershalawat, dan ini merupakan kelebihan buat beliau.
Sebagaimana firman Allah:


Holy Quran 33:56
------------------
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

* Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat, dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.

** Dengan mengucapkan Perkataan seperti:Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi.

Nabi Adam a.s.: “Sesungguhnya Allah Swt telah memaafkan kesalahan Nabi Adam a.s.”


Nabi Muhammad saaw: “Nabi
 Muhammad saaw juga begitu, bahkan beliau telah mendapatkan hal yang lebih besar, tanpa berbuat dosa”.

Sebagaimana firman Allah SWT :

Holy Quran 48:2
------------------
لِّيَغْفِرَ لَكَ ٱللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنۢبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَٰطًا مُّسْتَقِيمًا

supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,


Nabi Idris a.s.: “Allah Swt telah mengangkat Idris dan memberi beliau tempat yang tinggi dan memberinya makan dengan makanan surga sepeninggal beliau.”


Nabi Muhammad saaw: “Allah juga berbuat satu hal yang sama pada Nabi Muhammad saaw bahkan beliau dianugerahi hal-hal yang lebih besar:
Allah Swt berfirman:

Holy Quran 94:4
------------------
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

* Meninggikan nama Nabi Muhammad saw di sini Maksudnya ialah meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, menjadikan taat kepada Nabi Termasuk taat kepada Allah dan lain-lain.
Dan hal ini sudah cukup merupakan penghargaan dari Allah.

Jika Nabi Idris diberi makanan dari surga sepeninggal beliau, maka Nabi Muhammad saaw telah diberi makanan dari surga dan beliau dalam keadaan hidup.

Al-Kisah, ketika Nabi Muhammad Saaw merasa lapar malaikat Jibril membawa sebuah bejana berisikan makanan surga, dan sebuah keajaibanpun terjadi, bejana beserta makanan tersebut, secara serentak mengucapkan tahlil,  tasbih, takbir serta tahmid, dalam genggaman tangan beliau, kemudian Rasul memberikan bejana itu kepada keluarganya, dan terjadilah keajaiban; namun ketika beliau hendak memberikan bejana tersebut kepada sahabatnya, serentak Jibril membawa bejana itu seraya berkata: “makanlah, inimerupakan makanan surga yang diberikan Allah kepadamu, dan yang layak memakannya adalah nabi dan washinya. “Kemudian nabi memakan makanan itu dan aku juga dan hingga sekarang aku masih merasakan kelezatan makanan itu. Jawab Imam Ali”.

Nabi Nuh a.s.: Nuh a.s. telah bersabar karena Allah dan iya memaafkan kaumnya ketika mereka membohongkannya.

Nabi Muhammad saw : Nabi Muhammad saaw telah melakukan hal yang sama beliau telah bersabar karena Allah, dan memaafkan kaumnya, ketika mereka membohongkannya bahkan beliau diusir dan dilempari batu.

Abu Lahab telah menaruh kotoran kambing di atas kepala beliau; dan Allah memerintah kepada Jabil malaikat penjaga gunung untuk membelah gunung, malaikat Jabil berkata kepada beliau: Aku telah diperintahkan untuk mentaati semua perintahmu, jika kau perintahkan aku untuk merobohkan gunung sehingga menghancurkan mereka niscaya akan aku lakukan. Tapi beliau menjawab: “Sesungguhnya aku diutus sebagai rahmat bagi segenap alam; Wahai Tuhanku berilah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.

“Nabi Nuh a.s. ketika berdoa, dengan sekejap Allah telah menurunkan hujan dengan deras”.

“Hal yang serupa terjadi pada Nabi Muhammad saaw dan kalau doa Nabi Nuh syarat dengan kemarahan, maka sebaliknya dengan doa Nabi Muhammad, air hujan turun karena rahmat beliau.

Ketika Rasul hijrah ke Madinah, pada hari Jum'at keluarga beliau datang dan berkata: “Wahai Rasulullah kota tampak gersang dahan-dahan mulai mengering dan daun-daun mulai rontok, kemudian beliau mengangkat tangannya yang suci hingga ketiak beliau yang putih tampak. Di langit tidak terlihat awan pertanda hujan dan tak lama kemudian Allah menyirami bumi hingga para pemuda yang ingin kembali ke rumah mereka terhalang karena derasnya air bah. Hujan berlangsung selama seminggu dan pada Jum'at berikutnya mereka kembali datang kepada Rasulullah sembari berkata: “Tembok-tembok roboh perjalanan kita terhalang.” Mendengar hal itu Rasul tersenyum dan berkata: “Anak Adam memang cepat jenuh”, Kemudian hujan turun di sekitar kota Madinah secara perlahan dan tidak terjadi banjir karena kemuliaan beliau.

0 Comments


EmoticonEmoticon