500 Hikmah Imam Ali bin Abi Tholib a.s. Bag (7)


Oleh ust Muhammad Taufiq Ali Yahya

33). وقال (عليه السلام): فَاعِلُ الْخَيْرِ خَيْرٌ مِنْهُ وفَاعِلُ الشَّرِّ شَرٌّ مِنْهُ.

33. Amirul Mukminin a.s. berkata : “Pelaku kebaikan lebih baik dari kebaikan itu sendiri, dan pelaku kemungkaran lebih buruk dari kemungkaran itu sendiri”.
 
34). وقال (عليه السلام): كُنْ سَمْحاً ولا تَكُنْ مُبَذِّراً وكُنْ مُقَدِّراً ولا تَكُنْ مُقَتِّراً.

34. Amirul Mukminin a.s. berkata :
 “Jadilah dermawan, tetapi jangan
mubazir, berhematlah, tetapi jangan kikir.

35.) وقال (عليه السلام): أَشْرَفُ الْغِنَى تَرْكُ الْمُنَى.

35. Amirul Mukminin a.s. berkata : “Kekayaan yang terbaik adalah
meninggalkan keinginan (hawa nafsu)”.  

36). وقال (عليه السلام): مَنْ أَسْرَعَ إِلَى النَّاسِ بِمَا يَكْرَهُونَ قَالُوا فِيهِ بِمَا لا يَعْلَمُونَ.

35. Amirul Mukminin a.s. berkata : “Apabila seseorang cepat dalam mengatakan hal-hal yang tidak mereka sukai tentang orang (lain) maka orang akan berbicara tentangnya apa yang mereka tidak tahu tentang dia”.

37). وقال (عليه السلام): مَنْ أَطَالَ الأمَلَ أَسَاءَ الْعَمَلَ.

37. Amirul Mukminin a.s. berkata : “Barangsiapa memperpanjang angan-angannya (hawa nafsunya), maka ia menghancurkan amal perbuatannya.

38). وقال (عليه السلام): وقَدْ لَقِيَهُ عِنْدَ مَسِيرِهِ إِلَى الشَّامِ دَهَاقِينُ الأنْبَارِ فَتَرَجَّلُوا لَهُ واشْتَدُّوا بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ. مَا هَذَا الَّذِي صَنَعْتُمُوهُ فَقَالُوا خُلُقٌ مِنَّا نُعَظِّمُ بِهِ أُمَرَاءَنَا فَقَالَ وَاللَّهِ مَا يَنْتَفِعُ بِهَذَا أُمَرَاؤُكُمْ وإِنَّكُمْ لَتَشُقُّونَ عَلَى أَنْفُسِكُمْ فِي دُنْيَاكُمْ وتَشْقَوْنَ بِهِ فِي آخِرَتِكُمْ ومَا أَخْسَرَ الْمَشَقَّةَ وَرَاءَهَا الْعِقَابُ وأَرْبَحَ الدَّع ةَ مَعَهَا الأمَانُ مِنَ النَّارِ.

38. Pada suatu waktu, saat  Amirul Mukminin a.s.sedang menuju ke Suriah, penduduk Anbar menemuinya. Ketika melihatnya mereka mulai berjalan kaki kemudian lari didepannya. Ia bertanya mengapa mereka berbuat demikian. Mereka menjawab bahwa begitulah cara mereka menghormati pemimpinnya.Lalu ia berkata: Demi Allah, ini tak berfaedah bagi para pemimpin Anda. Anda menyibukkan diri di dunia ini dan dengan itu Anda menerima kemudaratan untuk dunia yang akan datang.Betapa ruginya melakukan pekerjaan yang kelak menghasikan hukuman, dan betapa untungya perkara yang menghasilkan kebebasan dari api {neraka}.

39). وقال (عليه السلام): لابْنِهِ الْحَسَنِ (عليه السلام) يَا بُنَيَّ احْفَظْ عَنِّي أَرْبَعاً وأَرْبَعاً لا يَضُرُّكَ مَا عَمِلْتَ مَعَهُنَّ إِنَّ أَغْنَى الْغِنَى الْعَقْلُ وأَكْبَرَ الْفَقْرِ الْحُمْقُ وأَوْحَشَ الْوَحْشَةِ الْعُجْبُ وأَكْرَمَ الْحَسَبِ حُسْنُ الْخُلُقِ يَا بُنَيَّ إِيَّاكَ ومُصَادَقَةَ الأحْمَقِ فَإِنَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَنْفَعَكَ فَيَضُرَّكَ وإِيَّاكَ ومُصَادَقَةَ الْبَخِيلِ فَإِنَّهُ يَقْعُدُ عَنْكَ أَحْوَجَ مَا تَكُونُ إِلَيْهِ وإِيَّاكَ ومُصَادَقَةَ الْفَاجِرِ فَإِنَّهُ يَبِيعُكَ بِالتَّافِهِ وإِيَّاكَ ومُصَادَقَةَ الْكَذَّابِ فَإِنَّهُ كَالسَّرَابِ يُقَرِّبُ عَلَيْكَ الْبَعِيدَ ويُبَعِّدُ عَلَيْكَ الْقَرِيبَ.

39. Amirul Mukminin a.s. berkata kepada putranya hasan : “Wahai anakku, pelajarilah empat hal dan empat hal {selanjutnya} dri saya; tak ada yang akan memudaratkan Anda apabila Anda melaksanakannya.
Bahwa kekayaan yang termahal adalah kecerdasan; kehancuran terbesar adalah ketololan; keliaran yang paling liar adalah  kesombongan, dan prestasi yang paling baik adalah kebaikan akhlaq.
Wahai anakku, Anda harus mengelak dari bersahabat dengan orang tolol karena ia mungkin berniat untuk memberi manfaat kepada Anda tetapi ia merugikan Anda; Anda harus mengelak dari bersahabat dengan orang kikir karena ia akan melarikan diri dari Anda ketika anda paling memerlukannya; Anda harus mengelak bersahabat dengan orang pendosa karena ia akan menjual Anda dengan cuma-cuma; dan Anda harus mengelak dari bersahabat dengan pembohong karena ia adalah seperti bayangan khayali, membuat Anda merasakan barang yang jauh seperti dekat dan barang yang dekat seperti jauh.  

40).وقال (عليه السلام): لا قُرْبَةَ بِالنَّوَافِلِ إِذَا أَضَرَّتْ بِالْفَرَائِضِ.

40. Amirul Mukminin a.s. berkata : “Ibadah yang sunnah tak dapat membawa kedekatan kepada Allah, apabila hal itu menghalangi yang wajib.

0 Comments


EmoticonEmoticon