500 Hikmah Imam Ali bin Abi Tholib a.s. Bag (15)


Oleh ust Muhammad Taufiq Ali Yahya

76- وَ قَالَ ( عليه السلام ) : إِنَّ الْأُمُورَ إِذَا اشْتَبَهَتْ اعْتُبِرَ آخِرُهَا بِأَوَّلِهَا .

76. Amirul Mukminin a.s. berkata : “Apabila urusan tercampur aduk maka yang terakhir harus dinilai terlebih dahulu.

77-  وَ مِنْ خَبَرِ ضِرَارِ بْنِ حَمْزَةَ الضَّبَائِيِّ عِنْدَ دُخُولِهِ عَلَى مُعَاوِيَةَ وَ مَسْأَلَتِهِ لَهُ عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ ( عليه السلام ) وَ قَالَ فَأَشْهَدُ لَقَدْ رَأَيْتُهُ فِيبَعْضِ مَوَاقِفِهِ وَ قَدْ أَرْخَى اللَّيْلُ سُدُولَهُ وَ هُوَ قَائِمٌ فِي مِحْرَابِهِقَابِضٌ عَلَى لِحْيَتِهِ يَتَمَلْمَلُ تَمَلْمُلَ السَّلِيمِ وَ يَبْكِي بُكَاءَ الْحَزِينِ وَ يَقُولُ : يَا دُنْيَا يَا دُنْيَا إِلَيْكِ عَنِّي أَ بِي تَعَرَّضْتِ أَمْ إِلَيَّ تَشَوَّقْتِ لَا حَانَ حِينُكِ هَيْهَاتَ غُرِّي غَيْرِي لَا حَاجَةَ لِي فِيكِ قَدْ طَلَّقْتُكِ ثَلَاثاً لَا رَجْعَةَ فِيهَا فَعَيْشُكِ قَصِيرٌ وَ خَطَرُكِ يَسِيرٌ وَ أَمَلُكِ حَقِيرٌ آهِ مِنْ قِلَّةِ الزَّادِ وَ طُولِ الطَّرِيقِ وَ بُعْدِ السَّفَرِ وَ عَظِيمِ الْمَوْرِدِ .

77. Diriwayatkan bahwa ketika dhirar ibn Hamzah {sebenarnya ibn dhamrah ad-Dhibabi pergi kepada Mu’awiyah dan mu’awiyah menanyai tentang   Amirul Mukminin a.s. ia  berkata : “Saya bersaksi bahwa saya telah melihatnya pada beberapa kesempatan ketika malam telah membentangdan ia sedang berdiri di mihrob {masjid} sambil memegang janggutnya dan mengerang seperti orang digigit ular dan menangis seperti orang dalam kesedihan, lalu ia berkata: ‘Hai dunia, hai dunia! Menjauhlah dari saya. Mengapa Anda menghadirkan diri kepada saya? Adakah Anda sangat menginginkan saya? Anda tak mungkin mendapat kesempatan untuk mengesankan saya. Tipulah orang lain. Saya tak ada urusan dengan Anda.Saya menceraikan Anda tiga kali,yang sesudahnya tak ada rujuk lagi. Kehidupan Anda singkat, pentingnya Anda kecil, kegemaran Anda sederhana.Sayang! Bekal sedikit, jalan panjang, perjalanan jauh, dan tujuan sukar dicapai.            

78-  وَ مِنْ كَلَامٍ لَهُ ( عليه السلام ) لِلسَّائِلِ الشَّامِيِّ لَمَّا سَأَلَهُ أَ كَانَ مَسِيرُنَا إِلَى الشَّامِ بِقَضَاءٍ مِنَ اللَّهِ وَ قَدَرٍ بَعْدَ كَلَامٍ طَوِيلٍ هَذَا مُخْتَارُهُ :
وَيْحَكَ لَعَلَّكَ ظَنَنْتَ قَضَاءً لَازِماً وَ قَدَراً حَاتِماً لَوْ كَانَ ذَلِكَ كَذَلِكَلَبَطَلَ الثَّوَابُ وَ الْعِقَابُ وَ سَقَطَ الْوَعْدُ وَ الْوَعِيدُ إِنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ أَمَرَ عِبَادَهُ تَخْيِيراً وَ نَهَاهُمْ تَحْذِيراً وَ كَلَّفَ يَسِيراً وَ لَمْ يُكَلِّفْ عَسِيراً وَ أَعْطَى عَلَى الْقَلِيلِ كَثِيراً وَ لَمْ يُعْصَ مَغْلُوباً وَ لَمْ يُطَعْ مُكْرِهاً وَ لَمْ يُرْسِلِ الْأَنْبِيَاءَ لَعِباً وَ لَمْ يُنْزِلِ الْكُتُبَ لِلْعِبَادِ عَبَثاً وَ لَا خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضَ وَ مَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ .

78. Seseorang lelaki bertanya kepada Amirul Mukminin a.s. ,”Apakah kepergian kita untuk berperang melawan orang suriah ditakdirkan Allah?” Amirul mukminin memberi jawaban yang sangt mendetail yang sebagian darinya adalah sebagian di bawah ini.  
Celakalah Anda! Anda menganggapnya sebagai takdir yang terakhir dan tak terelakkan (yang menurutnya kami telah dipastikan akan bertindak) Apabila demikian maka takkan ada masalah ganjaran atau hukuman, dan takkan ada makna atas janji dan peringatan Allah. (Sebaliknya) Allah Yang Maha Suci telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bertindak menurut kehendak bebas, dan telah memperingatkan dan mencegah mereka  (dari kejahatan). Ia telah menenpatkan kewajiban-kewajiban ringan pada mereka  dan tidak  meletakkan kewajiban-kewajiban berat. Ia memberikan kepada mereka ganjaran yang banyak sebagai imbalan atas (amal perbuatan) yang sedikit. Ia tidak ditaati bukan karena ia dikalahkan. Ia ditaati tidak dengan memaksa. Ia tidak mengutus para Nabi hanya sekedar main-main. Ia tidak menurunkan kitab bagi manusia tanpa tujuan. Ia tidak menciptakan langit, bumi dan segala yang ada di antaranya dengan sia-sia. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.

79- وَ قَالَ ( عليه السلام ) : خُذِ الْحِكْمَةَ أَنَّى كَانَتْ فَإِنَّ الْحِكْمَةَ تَكُونُ فِي صَدْرِ الْمُنَافِقِ فَتَلَجْلَجُ فِي صَدْرِهِ حَتَّى تَخْرُجَ فَتَسْكُنَ إِلَى صَوَاحِبِهَا فِي صَدْرِ الْمُؤْمِنِ .

79. Amirul Mukminin a.s. berkata : “Ambillah butir-butir kebijaksanaan dimana pun ia berada, karena apabila ucapan kebijaksanaan berada di dada seorang munafik, ia menggelepar sampai ia keluar dan bermukim dengan yang lain-lainyang sejenisnya di dada orang mukmin.  

80- وَ قَالَ ( عليه السلام ) : أَلْحِكْمَةُ ضَالَّةُ الْمُؤْمِنِ فَخُذِ الْحِكْمَةَ وَ لَوْ مِنْ أَهْلِ النِّفَاقِ .

80. Amirul Mukminin a.s. berkata : “Kebijaksanaan adalah barang kaum mukminin yang hilang. Maka ambillah dia waalupun dari orang munafik.

0 Comments


EmoticonEmoticon