Ucapkan belasungkawa atas hari syahadahnya Rasulullah Saww bagian 2


Fathimah Zahra as Mengunjungi Ayahnya

Fathimah Zahra as datang. la diliputi oleh rasa sedih yang mendalam. la memandang ayahnya yang sedang mengalami sakaratul maut. Fathimah duduk di sebelah Nabi saw dalam keadaan hancur hatinya dan matanya bercucuran air mata. la melantunkan syair,:

Dan yang putih yang meminta awan agar mengucurkan airnya

la penghibur anak-anak yatim dan pelindung para janda.

Dalam keadaan seperti ini, Nabi saw membuka matanya dan berkata dengan suara pelan, "Wahai anakku, ini adalah perkataan pamanmu, Abu Thalib. Janganlah engkau mengatakan itu tapi katakanlah, Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan kerugian kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang orang yang berzyukur [1]

Dengan perkataan itu seakan-akan Nabi saw ingin menyiapkan putrinya Fathimah, karena ia akan mengalami peristiwa-peristiwa yang memilukan. Ayat tersebut lebih tepat disampaikan kepada sang putri daripada perkataan Abu Thalib as.

Kemudian Nabi saw memberikan isyarat kepada kekasihnya Fathimah Zahra as agar ia mendekat, karena beliau ingin berbicara padanya. Fathimah pun mendekati Nabi saw lalu beliau mengungkapkan suatu rahasia kepada-nya sehingga Fathimah menangis. Kemudian beliau meng- ungkapkan rahasia lagi kepadanya sehingga ia tertawa. Sebagian orang yang hadir di situ tampak penasaran terhadap hal ini sehingga mereka bertanya kepada Fathimah tentang rahasia tersebut. Fathimah menjawab, Aku tidak akan menjelaskan rahasia Rasulullah saw.

Tetapi setelah wafat sang ayah, Fathimah ditanya lagi tentang hal itu. la menjawab, Rasulullah saw memberi tahuku bahwa ajalnya sudah dekat dan sakit ini akan menyebabkan ia meninggal dunia, sehingga aku menangis. Kemudian beliau memberitahuku bahwa aku adalah orang pertama yang menyusulnya dari keluarganya, maka aku pun tertawa. [2]

catatan akhir

[1] QS. ali imran; 144
[2] ath thabaqat al-kubra jilid 2 halaman 247; al kamil fit-tarikh jilid 2 halaman 219

0 Comments


EmoticonEmoticon