Kenapa Rasulullah Saw dijuluki Abul Qasim




حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن إِبْرَاهِيْمَ بْنِ إِسْحَاقَ الطَّالِقَانِيُّ رضي الله عنه ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيْدٍ الْكُوْفِيُّ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيّ بْنِ فَضَّالٍ عَنْ أَبِيْهِ، قَالَ سَأَلْتُ الرّضَا عليه السلام فَقُلْتُ لَهُ : لِمَ كُنّيَ النَّبِيُّ صلى الله عليه واله بِأَبِيْ الْقَاسِمِ ؟

فَقَالَ : لِأَنَّهُ كَانَ لَهُ إْبْنٌ يُقَالُ لَهُ قَاسِمٌ فَكُنّيَ بِهِ

قَالَ : فَقُلْتُ : يَا بْنَ رَسُوْلِ اللّٰهِ، فَهَلْ تَرَانِيْ أَهْلًا لِلزّيَادَةِ ؟

فَقَالَ : نَعَمْ، أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صلى الله عليه واله قَالَ : أَنَا وَ عَلِيٌّ أَبَوَا هَذِهِ الْأُمَّةِ ؟ قُلْتُ : بَلَى. قَالَ : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صلى الله عليه واله أَبٌ لِجَمِيْعِ أُمَّتِهِ وَ عَلِيٌّ بِمَنْزِلَتِهِ فِيْهِمْ ؟ قُلْتُ : بَلَى. قَالَ : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَلِيًّا قَاسِمُ الْجَنَّةِ وَ النَّارِ ؟ قُلْتُ : بَلَى. قَالَ : فَقِيْلَ لَهُ أَبُو الْقَاسِمِ لِأَنَّهُ أَبُو الْقَاسِمِ الْجَنَّةِ وَ النَّارِ.

فَقُلْتُ لَهُ  : وَ مَا مَعْنَى ذَلِكَ ؟

فَقَالَ : إنًّ شَفَقَةَ الرَّسُوْلِ عَلَى أُمَّتِهِ شَفَقَةُ الْآبَاءِ عَلَى الْأَوْلَادِ وَ أَفْضَلُ أُمَّتِهِ عَلِيٌّ عليه السلام وَ مِنْ بَعْدِهِ شَفَقَةُ عَلِيّ عليه السلام عَلَيْهِمْ كَشَفَقَتِهِ لِأَنَّهُ وَصِيُّهُ وَخَلِيْفَتُهُ وَ الْإِمَامُ بَعْدَهُ فَلِذَلِكَ، قَالَ صلى الله عليه واله : أَنَا وَ عَلِيٌّ أَبَوَا هَذِهِ الْأُمّةِ وَصَعِدَ النَّبِيُّ صلى الله عليه واله الْمِنْبَرَ فَقَالَ: مَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيَاعًا فَعَلَيَّ وَ إِلَيَّ وَ مَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ فَصَارَ بِذَلِكَ أَوْلَى بِهِمْ مِنْ آبَائِهِمْ وَ أُمَّهَاتِهِمْ وَ صَارَ أَوْلَى بِهِمْ مِنْهُمْ بِأَنْفُسِهِمْ وَ كَذَلِكَ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ عليه السلام بَعْدَهُ جَرَى لِرَسُوْلِ اللّٰهِ صلى الله عليه واله.


Muhammad bin Ibrahim bin Ishaq Thaliqani semoga Allah meridainya- meriwayatkan bahwa Ahmad bin Muhammad bin Sa'id Kufi meriwayatkan dari Ali bin Hasan bin Ali bin Fadhdhal, dari ayahnya, "Aku
bertanya kepada Abul Hasan Ali Ridha as, 'Mengapa julukan Nabi saw adalah Abul Qasim?' Ali Ridha as bersabda, " Karena dia memiliki seorang putra bernama Qasim. Itulah sebabnya nama julukannya adalah Abul Qasim.

Aku bertanya lagi, 'Wahai putra Rasulullah! Apakah Anda menganggap aku layak memperoleh penjelasan lebih?'

Ali Ridha as bersabda, 'Ya. Tidakkah kau tahu bahwa Rasulullah saw bersabda, Ali dan aku adalah ayah dari umat ini?"

Aku berkata, 'Ya, aku tahu.

Ali Ridha as bersabda, 'Tidakkah kau tahu bahwa Rasulullah saw adalah bapak dari seluruh umat, dan Ali adalah salah satu dari umat ini?'

Aku berkata, 'Ya.'

Ali Ridha as bersabda, Apakah kau tidak tahu bahwa Ali as adalah al-Qasim atau orang yang membagi surga dan neraka?

Aku menjawab, "Ya."

Ali Ridha as berkata, 'Kalau begitu itulah mengapa Nabi saw disebut Abul Qasim, yaitu karena beliau adalah ayah dari orang yang membagi surga dan neraka.'

Aku bertanya,'Apa artinya ini?'

Ali Ridha as menjawab, 'Kebaikan dari Nabi saw bagi umatnya adalah seperti seorang ayah kepada anak-
anaknya. Orang yang paling mulia dari umatnya adalah Ali as. Dan setelah beliau saw, kebaikan Ali as bagi
mereka (umat) seperti kebaikan Nabi saw kepada mereka. Ini karena beliau as adalah wasi Nabi saw, penerus dan Imam setelah Nabi saw. Itulah sebabnya Nabi saw bersabda,'Ali dan aku adalah dua orang ayah umat ini. Rasulullah saw naik ke mimbar dan bersabda, 'Barangsiapa meninggalkan utang atau istri, aku harus membayar utangnya dan membayar biaya hidup istrinya. Barangsiapa meninggalkan kekayaan, kekayaan itu menjadi milik ahli warisnya. Itulah sebabnya Nabi saw lebih unggul daripada nenek-moyang mereka, ibu mereka dan bahkan diri mereka sendiri. Hal yang sama berlaku untuk Amirul Mukminin as setelah Rasulullah saw."

Sumber : 'Uyun al-Akhbar al-Ridha as jilid 2 halaman 218 Bab 3 hadis ke-29


0 Comments


EmoticonEmoticon