500 ayat untuk ali bin abi thalib as bagian 10


SURAT YUNUS

Allah memberikan langkah teguh kepada orang yang mengikuti Ali:

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang beriman bahwa mereka memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka. [1]

Ibnu Abbas berkata, "Kedudukan yang tinggi adalah wilâyah Ali.Orang-orang yang memilikinya akan masuk surga terlebih dahulu." [2]

Kemudian Allah menjadikan Rasul-Nya sebagai bukti nyata (bayyinah) dan Ali sebagai saksinya:

أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ
Apakah orang yang memiliki bukti nyata dari Tuhannya dan diikuti seorang saksi darinya. [3]

Ibnu Abbas berkata, "Bukti nyata adalah Muhammad dan saksi adalah Ali." [4]

Allah menjadikan Nabi-Nya sebagai pemberi peringatan dan walinya sebagai penunjuk:

إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ
Engkau hanyalah pemberi peringatan dan setiap kaum pasti memiliki penunjuk dan pembimbing[.5]

Ibnu Abbas berkata, "Ketika ayat ini turun, Rasul saw bersabda Akulah pemberi peringatan dan engkau, wahai Ali, adalah pembimbing. Orang-orang setelahku mendapat petunjuk denganmu." [6]

Kemudian Allah menjadikannya:

عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ
memiliki ilmu dari Kitab[7]

Al-Saddi dan Ibnu Abbas berkata, "Pemilik ilmu kitab adalah Ali bin Abi Thalib." [8]

Allah menjadikan wilâyah Ali sebagai sesuatu yang haq:

وَيَسْتَنْبِئُونَكَ أَحَقٌّ هُوَ
Mereka bertanya kepadamu apakah itu benar.

Yakni, apakah benar bahwa Ali adalah washi-mu

قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ
Katakanlah,"Demi Tuhanku,itu adalah sesuatu yang benar. [9]

Diriwayatkan oleh penulis al-Bahts. [10]

Ibnu Babawaih meriwayatkan dari Abu Ja'far al-Awwal, "Rasul saw keluar berkendara, sementara Amirul Mukminin berjalan. Nabi saw lalu bersabda, Wahai Abul Hasan, engkau harus ikut naik bersamaku atau menyingkir, karena Allah telah memerintahkanku untuk berkendara bila engkau berkendara, dan berjalan bila engkau berjalan. Allah tidak memuliakanku dengan suatu kemuliaan kecuali Dia juga memberikannya kepadamu. Dia mengkhususkan kenabian dan risalah bagiku, dan menjadikanmu sebagai wali dan washi-ku. Orang yang menentangmu tidak beriman kepadaku, dan yang berpaling darimu berarti dia bukan pengikutku. Keutamaanmu adalah keutamaanku, dan keutamaanku berasal dari keutamaan Allah. Orang yang menemui Allah tanpa ber-wilâyah kepadamu, berarti dia menemui-Nya dengan tangan kosong dan amal perbuatannya akan gugur Aku tidak berbicara kecuali sesuai dengan wahyu Allah kepadaku. Karunia Allah bagi hamba-hamba-Nya berupa wilâyah kepada keluarga Muhammad lebih baik dari emas dan perak, dan itu akan menjadi jaminan surga. "[11]


Kemudian Allah memberikan kabar gembira kepada syiahnya di dunia dan akhirat:

الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
Orang-orang yang beriman dan bertakwa, yaitu beriman kepada Ali dan keluarganya:

لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ
maka mereka mendapatkan berita gembira di dunia dan akhirat. [12]

Syaikh Abu Ja'far meriwayatkan dari Imam Abu Ja'far bahwa beliau berkata kepada sekelompok pengikutnya, "Bila nyawa salah seorang di antara kalian sampai di tenggorokannya, malaikat maut akan tururn kepadanya dan berkata, 'Aku telah berikan apa yang kau harapkan dan aku lindungi engkau dari apa yang kau takutkan.' Kemudian dia membukakan pintu surga baginya dan berkata, 'Lihatlah kedudukanmu di sisi Allah. Inilah Rasulullah, Ali, Hasan, dan Husain yang akan menyertaimu." [13]

Lalu Allah berfirman:

لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ
Tiada ganti bagi kalimat-kalimat Allah. [14]

Para makhluk berselisih tentang wilâyah Ali, kecuali orang yang dirahmati Allah:

وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ
Mereka masih saja berselisih kecuali orang yang mendapat rahmat Tuhanmu.[15]

Dalam Surat Yunus, Allah berfirman:

الٓر ۚ تِلْكَ ءَايٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيمِ
Alif lam ra, itu adalah ayat-ayat kitab yang mulia.[16]

Itulah huruf-huruf yang hanya bisa dipahami sedikit orang.

lalu allah menutup hidayah dengan ali dan orang yang beriman kepadanya:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, kepada Allah, Muhammad, dan Ali, karena seorang mukmin tidak disebut mukmin kecuali bila mengikuti wali Allah dan memerangi musuhnya, bila tidak, maka dia adalah seorang musyrik:

يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ ۖ
maka Tuhan mereka akan memberikan hidayah kepada mereka berkat(dengan) iman mereka.[17]


Buah iman mereka adalah surga dan keabadian di dalamnya.

Kemudian Allah menjadikan kecintaan kepada Ali sebagai kebajikan (ihsan) dan memberikan kebaikan serta tambahan kepada pecintanya:


لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ
Orang-orang yang melakukan kebajikan akan mendapatkan pahala terbaik dan tambahannya. Kebajikan hanya bernilai bila disertai iman, dan iman hanya diperoleh dengan wilayah Ali:

وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ
muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan kehinaan.

أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Merekalah penghuni surga dan akan kekal di dalamnya.[18]

Allah lalu menyebutkan bahwa musuh-musuh Ali berwajah hitam serta berada di dalam neraka dan dipenuhi kehinaan:

وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ مَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ
Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapatkan) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tiada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah.


Makna kejahatan dan keburukan dalam ayat ini adalah meninggalkan wilâyah kepada seorang imam. Bila ini terjadi, maka seseorang akan mati seperti kematian di masa Jahiliah:

كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا
seakan-akan wajah mereka ditutupi kepingan-kepingan malam yang gelap karena musuh-musuh Ali akan berwajah gelap di hari kiamat kelak:

أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
mereka adalah penghuni neraka dan akan kekal di dalamnya. [19]

Allah menamakan para pengikut Ali sebagai wali-wali Allah:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ
Ketahuilah bahwa wali-wali Allah... [20]

Wali Allah adalah orang yang mengikuti wali-Nya dan memerangi musuhnya. Orang yang mengikuti Ali, maka (berarti) dia mengikuti Muhammad, dan barangsiapa yang mengikuti Muhammad, berarti dia mengikuti Allah; begitu pula sebaliknya.


Kesimpulannya, wali-wali Allah adalah mereka yang mengikuti dan menaati Ali:

لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
mereka tidak merasa takut dan bersedih[21] karena mereka telah berwilâyah kepada Ali.

Setelah itu, Allah berfirman:

الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
orang-orang yang beriman, maka jelaslah bahwa wali adalah orang yang beriman kepada Ali: dan bertakwa, dan menjauhi kecintaan terhadap musuh-musuh Ali dan keburukan:

لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ
mereka akan mendapatkan berita gembira di kehidupan dunia dan akhirat.Tiada ganti bagi kalimat-kalimat Allah. [22]

Yakni, orang yang beriman kepada Muhammad itu layak dibangkitkan oleh Allah sebagai orang mukmin, dan inilah keberuntungan yang besar.

Kemudian Allah berbicara kepada Nabi saw tentang kecintaan kepada Ali, namun yang dituju adalah umatnya:

فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ مِمَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ

Bila engkau meragukan apa yang Kami turunkan kepadamu, maka bertanyalah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu.

Yakni, bila kaummu meragukan keutamaan Ali, maka suruh mereka bertanya kepada para pemuka Yahudi dan Nasrani, karena mereka akan mendapatkan nama Ali dan kewajiban menaatinya dalam Taurat dan Injil. Dengan begitu, kalian mengetahui bahwa:

telah datang kebenaran dari sisi Tuhanmu, tentang Ali: maka janganlah engkau menjadi orang-orang yang ragu,[23] tentang imamah-nya.

Kemudian Allah berfirman:

dan janganlah (umatmu) menjadi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, yakni Ali dan keturunannya: sehingga akan menjadi orang-orang yang merugi.[24]

Allah menjadikan Ali sebagai kebenaran yang diturunkan dari sisi-Nya:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا
Katakanlah, "Wahai manusia, yakni orang-orang yang beriman kepada Muhammad dan membenarkannya: sesungguhnya kebenaran dari sisi Tuhan kalian telah datang, yaitu wilâyah Ali: barangsiapa mendapat petunjuk, kepada wilâyah-nya: maka manfaatnya akan kembali untuknya, karena itu adalah penyempurna agama seseorang: dan orang yang tersesat, dan mengingkarinya: maka kerugiannya kembali kepada dirinya dan aku bukan penjaga bagi kalian.[25]

Kemudian Allah menyuruh Nabi dan wali-Nya bersabar:

وَاتَّبِعْ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dan bersabarlah sampai Allah memberikan keputusan. Dia adalah hakim terbaik.[26]


Catatan akhir

[1] Yunus: 2
[2] Diriwayatkan oleh Kulaini dalam al-Kafi dari Imam al-Shadiq as, jil. I, hal. 422 hadis ke-50. Juga diriwayatkan bahwa maksudnya adalah Rasul saw atau syafaat beliau.
[3] Hud: 17.
[4] Diriwayatkan oleh Saffar dari Imam as dan Kulaini dari Imam al-Ridha as. Lihat al-Bashair, hal. 153 dan al-Kafi, jil. I, hal. 190 hadis ke-3.
[5] Al-Ra'd 7.
[6] Tafsir Thabari 13hal. 142, tafsir Majma' al-Bayan 6hal. 15 dan Syarh Akhbar, Nu'mani 2hal. 272.
[7] al-Ra'd: 43.
[8] Diriwayatkan oleh Saffar dan Kulaini dari Imam al-Baqir as. Lihat al-Kafi, jil. I, hal. 229; al-Bashair, hal. 233. Ibnu Syahr Asyub meriwayatkannya dalam Manaqibnya dari Ibnu Abbas, Said bin Jubair, dan Ibnu Hanafiyah, jil. I, hal. 310.
[9] Yunus: 53
[10] Shaduq dan Kulayni meriwayatkannya dari Imam al-Shadiq as. Lihat al-Amali, hal. 771 hadis ke-1047 dan Tafsir Ayyasyi, jil. II, hal. 123 hadis ke-25
[11] Sebagian dari riwayat ini disebutkan dalam Basyarah al-Musthafa, hal. 179 dan sebagian lainnya dalam Ta'wil al-Ayat, jil. I, hal. 217 hadis ke-10. Dalam Tafsir Imam Hasan al-Askari as disebutkan: Rasul saw bersabda, 'Karunia Allah atas hamba-hamba-Nya berupa ilmu dan kecintaan kepada Muhammad dan keluarganya, serta kebencian kepada musuh mereka, itu adalah sesuatu yang lebih baik dari harta yang dikumpulkan manusia. Sebab, itu adalah jaminan masuk surga dan dengannya manusia dapat memiliki semesta, karena Muhammad dan keluarganya adalah hiasan surga yang paling mulia." (Bihar al-Anwar, jil. XXIV, hal. 64-66 hadis ke-50-51)
[12] Yunus: 63-64
[13] Tafsir Ayyasyi, jil. II, hal. 125 hadis ke-32; Ta wil al-Ayat, jil. I , hal. 218 hadis ke-12.
[13] Yunus: 64.
[15] Hud: 118-119.
[16] Yunus: 1.
[17] Yunus: 9.
[18] Yunus: 26.
[19] Yunus: 27
[20]Yunus: 62.
[21] Yunus: 62.
[22] Yunus: 64.
[23] Yunus: 94.
[24] Yunus: 94-95.
[25] Yunus: 108.
[26]Yunus: 109.

0 Comments


EmoticonEmoticon