Bekal untuk perjalanan akhirat

 
Zuhri mengatakan disuatu malam yang gelap dan dingin aku melihhat ali bin husein as berjalan memikul karung dipundaknya

“ wahai putra rasul, apa yang sedang anda pikul ? tanyaku

Beliau as berkata “  zuhri, aku adalah musafir dan ini adalah bekalku yang hendak aku simpan disuatu tempat sebagai persiapan saat perjalanan nanti. Dengan bekal ini aku dapat bepergian dengan tenang ”

“ jika begitu ijinkanlah pelayanku yang memikul bekalmu nitu kemana engkau hendak simpan ” pintaku

Imam as berkata “ biarkan aku sendiri yang memikulnya pergilah engkau dan aku tidak memerlukan  bantuanmu ”

Setelah sekian lama dari kejadian itu berlalu zuhri kembali menemui imam seraya berkata “ wahai putra rasul saw aku tidak melihat engkau melakukan perjalananmu ”

Beliau berkata “ perjalanan yang aku maksudkan adalah perjalanan akhirat dan bekal untuk menjelang kematian ”

Kemudian imam menjelaskan tujuannya membawa karung itu adalah untuk dibagikan kepada orang orang miskin . ia berkata “ bersiap siaplah untuk menghadapi kematian dengan jalan menjauhi perkara yang haram dan memberikan sedeqah”

Sumber : biharul. anwar, jilid  46, hal. 65

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah diatas adalah bahwa ibadah sosial sangat bermanfaat untuk bekal akhirat namun bila kita kembali kepada masyarakat kita menyaksikan banyak sekali orang orang kaya yang setiap tahun naik hajji tetapi tidak bersedia membantu tetangganya yang miskin padahal kewajiban hajji adalah sekali seumur hidup
                                                                     

0 Comments


EmoticonEmoticon