Apa takwa itu ?


Kata takwa ( takut kepada Allah dan menjaga diri dari kedurjanaan , keburukan , kejahatan dan dosa ) kerap digunakan oleh orang awam dan orang berilmu serta diinginkan oleh kelompok ini dan itu namun apa sesungguhnya takwa itu ?

Tiap kelompok memiliki makna khususnya sendiri-sendiri.

Untuk menjelaskan makna takwa perlu dibahas pandangan pandangan para penulis dan penyunting kamus, para intelektual, para spesialis, maupun pandangan pandangan Ahlulbait as dan sebagian sufi.

Allamah Tahiri , semoga damai rohnya, mengatakan bahwa takwa dalam Al-Qur’an memiliki makna berikut ini :

  •   Takut, takzim dan kagum : kepada-Ku sajalah kamu takut ( QS.al-Baqarah: 41 )
  •    taat dan beribadah : perhatikan dengan seksama ( kewajibanmu kepada ) Allah dengan kepedulian yang sesuai dengan Nya ( QS. ali imran : 102 )
  •   menyucikan hati dari dosa : dan siapa menaati Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan mermerhatikan dengan saksama (kewajibannya) kepada Nya maka mereka inilah orang orang yang sukses, menang ( QS. al-nur: 52 )

dikatakan bahwa " makna yang terakhir inilah dan bukan dua makna yang sebelumnya ,makna sejati takwa " Dia juga berkata " takwa berasal dari kata waqayah yang artinya adalah melarang , mencegah dan menjaga : juga dikatakan bahwa takwa berasal dari Waqayah yang artinya adalah melindungi.

raghib mengatakan " waqayah adalah menjauhkan sesuatu dari apa yang merugikan atau merusaknya sedangkan takwa adalah menjaga diri dari apa yang ditakutinya " lebih jauh dia mengatakan bahwa menurut agama takwa adalah menjaga diri dari dosa.

orang baru bertakwa kalau dia meninggalkan apa yang pada umumnya diharamkan dan bahkan kalau dia meninggalkan sebagian perbuatan yang dihalalkan.

allamah majlisi semoga damai rohnya , nebgatakan " Dan Allah menjaga dia dari keburukan, kejahatan, kedurjanaan, dan dosa, sesuatu penjagaan yang istomewa. Aku menjaga diriku dari azab Nya dan dari menengtang Nya."

di lain tempat dia berkata " artii takwa  adalah melindungi diri dari  apa yang meerugikan dan merusak diri di akhirat. semakin diri ini dibatasi semakin baik diri ini "

seorang zahid ditanya apa takwa itu , Dia mengatakan " apa yang akan kamu kerjakan kalau kamu memasuki sebidang tanah yang sarat tumbuhan berduri ? si penanya menjawab :  aku akan menjauhkan diri dari sana , orang zahid itu berkata : melakukan hal serupa di dunia itulah takwa "

seorang penyair arab bbeerkata " jadilah seperti orangg yang berjalan di sebidang tanah yang ditumbuhi tanaman berduri :  maka tak syak lagi dia akan menjauhkan dirinya dari sana. jangan anggap teanag enteng dosa kecil karena gunung tercipta dari material yang terbuat dari butir butir sangat kecil "

imam Ali as mengatakan " takwa adalah menjauuhi dosa-dosa "

ditanya tentang takwa imam shadiq as berkata " takwa adalah hadir di sebuah tempat yang kita diperintahkan Allah untuk berada disana dan untuk tidak berada disebuah tempat yang kita dilarang oleh Nya untuk berada disana "

sebagian besar dosa mengandung makna sempurna " Ya Allah jangan temukan aku berada di tempat yang engkau haramkan aku berada disana "

dari apa yang sudah dibahas kesimpulannya adalah bahwa takwa adalah pengendaliaan diri dan penjagaan diri dari apa yang bertentangan dengan tuhan , dengan demikian takwa meliputi semua makna yang disebutkan dalam situasi yang baru saja disebutkan.

0 Comments


EmoticonEmoticon