Tugas dan Kewajiban Kita atas Ghadir Khum



Hujjatul Islam Doktor Ahmad Husain Syarifi dalam sebuah kajiannya menjelaskan bahwa Ghadir Khum merupakan sebuah tempat di antara Mekkah (rumah tauhid) dan Madinah (rumah nubuwwah).

Adapun tempat tersebut dinamakan dengan “al-Ghadir” karena di daerah tersebut terdapat kolam, dan kolam tersebut memiliki warna dan menjadi tempat untuk membersihkan pakaian serta mencuci oleh masyarakat sekitar, sehingga tempat tersebut disebut dengan Ghadir Khum.

Saat menafsirkan surat al-baqarah ayat 138 “138. (Terimalah) shibghah (warna, agama) Allah (ini). Dan shibghah siapakah yang lebih baik dari shibghah Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah,” Imam Shadiq as berkata “wilayat Imam Ali as adalah shibghah Allah, yakni dengan bersambung kepada wilayat maka segala warna-warna selain tauhid dan non Islami bisa dihilangkan.”

Pada waktu haji wada’ nabi Muhammad saww memerintahkan kepada rombongan jama’ah haji yang sedang menuju perjalan pulang dari Ka’bah untuk berhenti di sebuah tempat yang bernama Ghadir Khum, dan orang-orang yang berada di depan menanti yang lainnya agar sampai juga di tempat tersebut untuk mendengarkan pesan penting yang akan disampaikan Rasul saww kepada seluruh kaum muslimin yang hadir.

Nabi saww saat berada di tengah sekumpulan orang yang begitu banyak yang menurut riwayat berjumlah lebih dari seratus ribu orang berdiri di tempat tinggi kemudian sambil berdiri nabi saww mengangkat tangan Imam Ali as dan berkata “barang siapa yang menjadikan aku pemimpinnya maka inilah Ali adalah pemimpin kalian.”

Dan kita sebagai pengikut Syi’ah, mengenai peristiwa Ghadir Khum tugas kita ialah menyampaikan pesan Ilahi dan hakikat seruan Islam, demikian jelasnya

Sumber : shabestan

0 Comments


EmoticonEmoticon