Perjanjian dalam Doa al-Ahd Realisasikan Kemunculan Imam Zaman afs

Salah seorang anggota penelitian ilmu-ilmu dan budaya Islam, Hujjatul Islam Rahim Kargar dalam sebuah Channel Telegramnya menulis tentang “kajian dan analisa akhir zaman dan tanda-tanda kemunculan Imam Zaman afs”.

Doa al-‘Ahd adalah sebuah perjanjian penanti sejati Imam Zaman afs dan para sahabatnya yang hakiki. Doa Al-Ahd merupakan ikrar agama, jalan peribadahan, perjanjian yang hak dan anti kezhaliman, dan dengan hal ini seseorang bisa menjadi pengikut Imam Zaman afs baik selagi ia masih hidup maupun setelah kematiannya.

Pada penggalan pertama dari doa tersebut berisikan tentang pujian-pujian pada kalimat Tauhid dan berikrar pada ke-Tuhanan Allah swt serta pengutusan rasul-rasul Ilahi, diuturunkannya kitab-kitab dan syari’at Ilahi.

Dan setelah itu dengan wasilah pada keagungan Ilahi dalam doa tersebut ingin menyampaikan shalawat dan salam kehadirat Imam Mahdi afs.

Dan pada penggalan selanjutnya orang-orang yang membaca doa ini mengikat janji dengan Imam afs dimana janji ini juga diperkuat dengan kesaksian Allah swt, dengan demikian para penanti Imam afs dalam setiap zaman dan tempat manapun dituntut untuk slelai menolong Imam afs.

Dijelaskan dalam sebuah riwayat bahwasanya Imam Ja’far ash Shadiq berkata:

“Barang siapa berdoa kepada Allah SWT selama 40 hari berturut-turut dengan membaca Doa al ahd niscaya ia di masukkan ke dalam golongan para pembela Al-Qaim (penegak agama kami) Al-Mahdi (salam sejahtera semoga tercurah atasnya dan dipercepat kemunculannya).”

“Andaikan ia mati sebelum Imam Mahdi muncul, Allah bangkitkan ia dari kuburnya (pada saat kemunculan Imam Mahdi) dan Allah anugreahkan padanya seribu kebaikan serta Allah swt hapuskan darinya seribu keburukan.”

Sumber : Shabestan

0 Comments


EmoticonEmoticon