Orang yang boleh dipenjara



لإمام علي (ع) يجبُ عَلَى الإِمَامِ أَنْ يحبِسَ الفُسّـاقَ مِنَ العُلَماءِ، والجُهّالَ مِن الأَطبّاءِ ، والمفالَيْسَ مِن الأكْرِياءِ

Imam Ali as berkata " wajib bagi seorang imam ( pemimpin ) untuk memenjarakan orang orang fasik dari kalangan ulama , orang orang jahil dari kalangan dokter , orang orang yang pailit dari kalangan orang orang yang menyewakan kendaraan "

📓 Al-Faqih , jil.3, hal.31, hadis.3266

عنه : إِذَا ارْتَدَّتِ المرأةُ عَنِ الإسلَامِ لَم تُقْتَلْ ، ولكنْ تُحبَسُ أَبَدًا

Imam Ali as berkata " Apabila seorang perempuan murtad dari agama islam maka dia tidak ( boleh ) dibunuh tetapi harus di penjarakan selama nya "

📓 Tahdzib al-Ahkam, jil.10, hal.142, hadis 569

الكافي : إِنَّ أمير المؤمنين (ع) كَانَ لايَرى الحبْسَ أَلا فِيْ ثلاثٍ : رَجُلٌ أكلَ مالَ اليَتيمِ ، أَوْ غَصَبهُ ، أَوْ رَجُلٌ اؤتمنَ عَلَى أمانَةٍ فَذَهبَ بها


Diriwayatkan dalam Al-Kâfi bahwa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
as tidak memandang perlu memenjarakan seseorang, kecuali dalam
tiga hal, yaitu seseorang yang memakan harta anak yatim, orang yang merampas harta anak yatim, atau seseorang yang diberi kepercayaan atas suatu amanah, lalu dia membawanya pergi (mengkhianatinya).

📓 Al-Kafi, jil.7 hal. 263, hadis.21

0 Comments


EmoticonEmoticon