Ketika Iblis Menggoda Imam Ali Zainal Abidin As



Ali Zainal Abidin as-Sajad adalah putra al Husein cucu Rasulullah saw. Setelah ayah nya syahid dibantai di hadapannya di Karbala, beliau beserta keluarga ayahnya dijadikan tawanan yang dibawa dan di arak-arak sampai ke Damaskus.

Namun karena kepiawaiannya di istana Yazid, beliau berhasil mengundang simpati penduduk Damaskus yang pada awalnya tidak mengenal dirinya, dan menjatuhkan posisi Yazid di mata rakyatnya, sehingga akhirnya beliau dikembalikan ke makam datuknya di Madinah.

Walaupun sudah sampai di Madinah beliau tetap mendapat pengawasan ketat oleh antek-antek penguasa zalim di sana. Beliau tidak bergaul, dan tidak juga ingin terlibat dalam akti vitas-aktivitas politik yang sedang bergerak dan beradu.

Beliau menyibukkan dirinya dengan bermunajat kepada Allah, merintih, berdoa, serta meratapi perilaku masyarakat khususnya penguasa terhadap keluarga Nabi Muhammad
saw, dan apa yang terjadi terhadap ayahnya.

Beliau mendapat julukan as-Sajjad (yang suka sujud), karena kalau setiap kali merasa, melihat, ataupun mendengar kenikmatan, beliau segera sujud dan bersyukur.

Rasulullah saw wafat ketika ayah beliau al-Husain masih muda, namun Nabi tercinta saw masih sempat bersabda, bahwa seakan dirinya berada di Hari Kiamat, dan terdengar suara yang menanyakan, “Di manakah Zainal Abidin (sebaik-baik hamba)? Dan ternyata aku melihat bahwa itu adalah Ali (putra Husain).

 Kemudian terkenallah namanya di kalangan sahabat dengan Ali Zainal Abidin.

Sering sekali setan datang menggodanya waktu salat, namun semua usahanya sia-sia.

Adakala setan sampai harus menjelma seperti ular yang menyeramkan berkepala tiga, mendekati-nya saat salat, tapi beliau juga sama sekali tidak bergerak dan tetap khusyuk berdialog dengan Tuhannya.

Suatu hari Iblis tidak tahan. Dia melihat as-Sajjad sedang salat dan dia lekas datang mendekat. Karena segala upaya telah dilakukannya, maka kali ini dia mencoba menggoda dengan menunjukkan rupa aslinya yang luar biasa menyeramkan.

Dia pun berdiri persis di hadapan as-Sajjad, tetapi sama sekali tidak mempengaruhi kekhusyukannya. Dia lebih mendekat, dan terus mendekat hingga akhirnya menginjak jempol kaki Ali as-Sajjad.

Namun beliau sama sekali tidak bergerak, bahkan konsentrasinya tetap tidak berkurang, Allahu Akbar! Langsung
saat itu juga Iblis tersambar api langit. Dengan ketakutan dia menghengkang, karena Allah SWT tidak ingin kekasihnya diganggu lagi saat benar-benar menemuinya dalam salat.

 Iblis kembali ke samping as-Sajjad, lalu membisikkan "Demi Allah, sejak ayahmu Adam, aku tidak pernah melihat orang yang ibadahnya melebihi engkau.

Kata-kata Iblis itu pun tidak dihiraukannya, karena mungkin itu adalah siasatnya juga untuk memasukkan rasa bangga diri ke dalam hati Ali as-Sajjad.

Iblis akhirnya pergi dengan rasa malu dan tangan hampa. Kemudian terdengar dari jauh suara yang berbunyi Anta Zainal Abidîn (Sungguh engkau sebaik-baiknya hamba) tiga kali.

Dari as-Sajjad, umat Islam mempunyai peninggalan yang luar biasa, yaitu Shahifah as-Sajjâdiyah kumpulan doa-doanya yang mengagumkan, penuh pelajaran, menyentuh sanubari, dan sarat dengan pesan

Sumber : perjumpaan dengan iblis halm.243-246

0 Comments


EmoticonEmoticon