Imam Husein as Di Karbala: Sejak Datang Hingga Syahadah Bagian 2


📓 Meminta Pertolongarn

Imam Husain as meminta pertolongan pada enam kesempatan:

📒 Pertama: Mengirim Surat ke Basrah

Di kota Mekkah, Imam Husain as menulis surat kepada lima orang pemimpin Basrah. Surat ini dikirimkan melalui Sulaiman bin Aburzin. Di antara kelima pemimpin Basrah itu ialah Mundzir bin Jarud dan Mas'ud bin Amr. Dalam surat tersebut Imam Husain as menulis:

"Sunah telah dimatikan dan bidah dihidupkan. Jika engkau mengikutiku maka aku akan menunjukkan padamu jalan yang benar."

Tatkala menerima surat Imam Husain as, Mas'ud bin Amr mengumpulkan tiga kelompok dan mengajak mereka membicarakan tentang Imam Husain as. Sebagian dari mereka setuju untuk pergi menolong Imam Husain as. Namun sebelum berangkat mereka mendengar berita Imam Husain as telah gugur sebagai syahid. Mendengar berita itu, Mas'ud bin Amr amat sedih dan terpukul.📓 Nafsul-Mahmum, hal.81.

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Yazid bin Tsubaith mempunyai sepuluh anak laki-laki di Basrah. Dia meminta kepada anak-anaknya untuk pergi menolong Imam Husain as. Sementara ia bersama dua anaknya yang bernama Abdullah dan Ubaidillah berangkat ke kota Mekkah menemui Imam Husain as. Ia terus menyertai Imam Husain as hingga Karbala. Dan dia gugur sebagai syahid di Karbala. 📓 Al-Kamil, juz.4, hal.21.

Sebagian sejarahwan menulis, "Ia bergerak dari Basrah hendak menemui Imam Husain as. Di tengah jalan ia bertemu Imam Husain as dan bergabung dengannya menuju Karbala. Akhirnya, dia gugur sebagai syahid di sana." 📓 Farsanul-Hayja, juz.2, hal.148.

Adapun Mundzir bin Jarud adalah mertua Ibnu Ziyad. Ia mengira surat itu adalah tipuan dari Ibnu Ziyad. Dengan surat ini, Ibnu Ziyad ingin mengujinya. Mundzir menangkap Aburzin dan
menyerahkannya kepada Ibnu Ziyad. Pada malam kepergiannya ke Kufah, Ibnu Ziyad membawa Aburzin ke istananya. 📓 Al-Luhuf, hal.58

📒 Kedua: Meminta Pertolongan kepada Penduduk Mekkah

Sehari sebelum keluar meninggalkan Mekkah, Imam Husain as berkata, "Siapasaja bersedia mengorbankan nyawanya di jalan kami dan menyiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah Sut, hendaknya ia berangkat bersama kami. Karena esok pagi-insya Allah- kami akan
berangkat.

📒 Ketiga: Mengajak Zuhair

Imam Husain as berhenti di tempat pemberhentian Zarud (tempat pemberhentian keenam). Karena Zuhair tidak ingin bertemu Imam Husain as, maka ia berkemah di suatu tempat yang
ada airnya. Lalu utusan Imam Husain as datang menemuinya dan-berkata, "Imam Husain as memintamu untuk datang."

Zuhair menolak untuk datang. Namun mendengar pesan ini, istrinya berkata kepada Zuhair yang sedang makan, "Cepat berangkat, putra Rasulullah saw memintamu untuk datang."

Akhirnya, Zuhair bangkit dan datang menemui Imam Husain as. Tidak lama berselang, ia kembali ke kemahnya dengan penuh suka cita. Ia mengemasi kemahnya dan berkata kepada istrinya, "Aku membebaskanmu dan pergilah ke keluargamu"

Istrinya mengucapkan salam perpisahan kepadanya dan berkata, "Di hari Kiamat kelak, jangan engkau lupakan aku di hadapan kakek Imam Husain as"

Kemudian Zuhair pun bergabung dengan Imam Husain as. 📓 Maqtal Muqarram, hal. 177.

📒 Keempat: Meminta Pertolongan kepada Penduduk Kufah

Di tempat pemberhentian Hajir, Imam Husain as mengutus Qais bin Musahhar Shaidari untuk menyampaikan surat kepada penduduk Kufah. Hashin bin Numair berhasil menangkap Qais bin Musahhar di Qadisiyah. Kemudian Qais bin Musahhar merobek-robek surat Imam Husain. Hashin bi Numair menghardik, "Mengapa ia merobek surat?" Akhirnya, Qais bin Musahhar dikirim ke hadapan Ibnu Ziyad. 📓 Maqtal Khawarizmi, juz.1, hal.234.

📒 Kelima: Meminta Pertolongan kepada Ubaidillab bin Hurr

Di tempat pemberhentian Qashr Bani Muqatil, Imam Husain as mengutus Hajaj bin Masruq kepada Ubaidillah bin Hur Ju'fi untuk meminta pertolongan kepadanya. Ubaidillah bin Hurr berkata, "Karena aku lihat mereka punya maksud membunuh Imam Husain as, maka aku pun keluar dari Kufah dan berkemah di sini. Aku tidak berpikir untuk menemui Imam Husian as. Sebab, aku tidak punya kekuatan untuk menolongnya."

Imam Husain as sendiri datang ke kemah Ubaidillah bin Hur.

Ubaidillah mempersilakan Imam Husain as di majelisnya dan menghormatinya.

Imam Husain as mengajak dia untuk menolongnya. Setelah menyampaikan beberapa pembicaraan, Imam Husain as berkata, "Engkau mempunyai banyak dosa. Tidakkah engkau berharap dosa-dosamu diampuni?"

Ubaidillah bin Hurr bertanya, "Apa yang harus aku lakukan?"

Imam Husain menjawab, "Tolonglah anak putri Rasulullah saw"

Ubaidillah bin Hurr berkata, "Saya tidak ingin mati. Saya bersedia memberikan kuda saya kepada Anda."

Imam Husain tidak bersedia menerima kudanya dan pergi. 📓 Al-Akhbar ath-Thawal, hal.370

Ubaidillah bin Hurr Ju'fi berkata, "Aku belum pernah dalam hidupku melihat orang yang lebih tampan dan berwibawa dari Husain as. Aku belum pernah bersikap lembut kepada seseorang seperti yang telah aku lakukan kepada Husain as." 📓 Kibrit-e Ahmar, hal.477

Keenam: Meminta Pertolongan di Padang Karbala atau Menyempurnakan Hujah

Pada hari Asyura, Imam Husain as meminta keluarganya untuk diam. Ia mengucapkan salam perpisahan kepada mereka. Ia meminta pakaian yang seorang pun tidak ingin mengenakannya. Ia mengenakan pakaian itu sebagai pakaian dalamnya. Dan meminta anaknya yang masih menyusu untuk mengucapkan salam perpisahan kepadanya. Sayidah Zainab as membawa putra beliau yang bernama Ali Ashgar dan meletakkannya di pangkuannya. Imam Husain as menciumi anaknya seraya berkata, "Sungguh kaum ini jauh dari rahmat Allah. 📓 Biharul-Anwar, juz.45, hal.46.

Kemudian Imam Husain as membawa bayi itu ke hadapan kaum dan memintakan air untuknya. Harmalah melontarkan sebuah anak panah yang tepat mengenai kerongkongan bayi itu hingga robek.

Imam Husain as melemparkan darah ke langit, supaya bencana tidak turun. 📓 Tarikh Thabari, juz.4, hal.342; Mutsirul-Ahzan, hal.41.


0 Comments


EmoticonEmoticon