imam Husein as Di Karbala: Sejak Datang Hingga Syahadah Bagian 1




📓 Kata Karbala

Imam Husain as tiba di Karbala pada hari Kamis, tanggal 2 Muharam tahun 61 Hijrah. 📓 Syekh Mufid, al-Irsyad, juz.2, hal.84; Tarikh Thabari, juz.4, hal.309; al-Kamil, juz.4, hal.52; Manaqib Ibnu Syahr Asyub, juz.4, hal.105

Kata Karbala tersusun dari kata karb dan la yang dalam bahasa Armenia berarti tempat suci. 📓 Lughatul- 'Arab, juz.5, hal.178.

Sementara itu, Allamah Syahrestani mengatakan bahwa kata Karbala tersusun dari kata kur babul yang berarti pohon-pohon padang pasir. 📓 Nahdhatul-Husain, hal.6

Ketika rombongan tiba ke tempat ini, Imam Husain as bertanya,

"Apa nama tempat ini?"

Mereka menjawab, "Karbala."

Mendengar itu, Imam Husain as berdoa, "Aku berlindung kepada Allah dari kesusahan (karb) dan bencana (bala)."

Kemudian Imam Husian as mengumpulkan anak-anak, saudara-saudara, dan kerabatnya. Dengan bercucuran air mata, beliau berdoa, Ya Allah, kami adalah keluarga Nabi-Mu. Kami telah terusir dari tanah kami dan dipaksa meninggalkan makam suci kakek kami. Bani Umayah telah menzalimi kami. Ya Allah, rebutlah hak-hak kami, dan menangkanlah kami atas orang-orang yang zalim"

Kemudian Imam Husain as imenoleh kepada para penolongnya seraya berkata, "Manusia adalah budak dunia. Sedangkan agama sekedar ucapan di bibir mereka. Mereka akan menggunakannya selama itu dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Apabila mereka diuji dengan cobaan, hanya sedikit orang yang taat kepada agama." 📓 Maqtal Khawarizmi, juz.1, hal.236.

Kemudian Imam Husain as memuji Allah Swt dan bersalawat kepada Nabi saw, lalu berkata, "Tahukah kalian apa yang terjadi pada kita? Dunia telah berubah. Wajah buruk menguasainya. TÄ«idak ada kebaikan kecuali hanya sedikit. Tidakkah kalian melihat bahwa kebenaran tidak dilaksanakan dan kebatilan tidak dicegah. Sehingga tidak ada yang
diharapkan orang yang beriman kecuali bertemu dengan Allah Swt. Aku tidak melihat kematian kecuali kebahagiaan dan hidup bersama orang- orang yang zalim kecuali kehinaan." 📓 Hilyatul-Awliya, juz.2, hal.29.

Usai Imam Husain as bicara, Zuhair berdiri seraya berkata, "Wahai putra Rasulullah, jika dunia ini abadi dan kami hidup abadi di dalamnya, kami tetap akan memilih mati di jalanmu dibanding hidup di dunia."

Burair berdiri dan berkata, "Wahai putra Rasulullah, adalah sebuah kehormatan bagi kami untuk mati tercabik-cabik di hadapanmu, sehingga kelak di hari Kiamat kakekmu akan melimpahkan syafaatnya kepada kami.

Nafi bin Hilal juga berbicara panjang lebar.

Kemudian Imam Husain as membeli tanah Karbala dari penduduk Nainawa dan Ghadhirah seharga 60.000 dirham. Beliau mensyaratkan bahwa mereka harus membimbing orang-orang yang menziarahi makamnya. Luas tanah itu empat mil kali empat mil. 📓 Mustadrakul-Wasail, juz.10, hal.321.

Sumber : Mega Tragedi hal. 121-123 Bab V

0 Comments


EmoticonEmoticon