Hurr bin Yazid Riyahi


Salah seorang manusia bebas berpikir yang dicatat sejarah adalah Hurr.


📓 Keistimewaan-keistimewaan Hurr

1. Serangan propaganda tidak memberikan pengaruh kepadanya.
2. Sangat santun dalam memperlakukan Imam Husain as Sejak bertemu hingga ia bertobat. Meskipun ia petugas Ibnu Ziyad dan berada di barisan pasukan musuh, namun ia dan pasukannya salat di belakang Imam Husain as. Ketika Imam Husain as hendak bergerak, Hurr mencegahnya sebanyak tiga kali. Hingga Imam Husain as berkata, "Semoga ibumu
berduka atas kematianmu." Namun ia tidak menjawabnya dengan kata-kata yang sama.
3. Fanatisme tidak menguasai diri Hurr. Ia membukakan jalan bagi Imam Husain as dengan mengatakan, "Pergilah ke mana saja yang Anda inginkan! Kecuali ke Kufah dan Madinah
4. Ketika mendengar pidato Imam Husain as, ia berpikir dengan bebas. Akhirnya, ia mampu menyingkap kebenararn dan mengikutinya.
5.Ketika berbalik dan bertobat, ia merasa sangat malu. Ia menebus kesalahannya dengan cara mengorbankan nyawanya.


📓 Taubat dan Bergabungnya Hurr Bersama Imam Husain as

Almarhum Syekh Mufid menjelaskan :

Hurr melihat orang-orang telah bertekad bulat untuk memerangi Imam Husain as. Ia datang menemui Umar bin Sa'd dan bertanya kepadanya, "Apakah engkau benar-benar ingin memeranginya?

Umar bin Sa'd menjawab, "Tentu. Demi Allah, perang yang paling ringannya dengan memenggal kepala dan menebas tangan."

Hurr bertanya, "Apakah engkau tidak puas dengan kepulangan Husain as ke Madinah?"

Umar bin Sa'd menjawab, "Jika keputusan berada di tanganku, maka aku akan terima. Namun pemimpinmu, Ubaidillah bin Ziyad tidak setuju."

Hurr mengambil keputusan. Perlahan-lahan dia datang ke pasukan Imam Husain as. Muhajir bin Aws bertanya, "Hai Hurr, apa yang engkau pikirkan?"

Hurr menjawab, "Demi Allah, aku melihat diriku berada di antara surga dan neraka. Aku bersumpah kepada Allah, aku tidak
akan menukar surga dengan yang lain. Meski mereka mengoyak- ngoyak dan membakar tubuhku."

Kemudian Hurr memacu kudanya untuk bergabung dengan Imam Husain as. Seraya meletakkan tangan di atas kepalanya, Hurr berkata, "Ya Allah, aku bertaubat kepada-Mu. Ampunilah aku dan terimalah taubatku. Aku telah membuat takut hati para kekasih-
Mu dan keluarga putri Nabi-Mu."

Ketika sudah dekat, Hurr melemparkan perisainya. Pasukan Imam Husain as paham bahwa ia datang untuk mencari perlindungan. Lalu mereka memberi perlindungan dan membawanya ke hadapan Imam Husain as. Hurr mengucapkan salam dan memperkenalkan  dirinya. Hurr bertanya, "Apakah taubatku bakal diterima?"

Imam Husain as menjawab, "Tentu. Turunlah dari kudamu.

Hurr berkata, "Berkuda untukmu adalah lebih baik.

Kemudian Hurr menghadap ke arah pasukan Umar bin Sa'd dan berpidato di hadapan mereka. 📓 Syekh Mufid, al-Irsyad, juz.2, hal.100

📓 Syahadahnya Hurr

Para penulis buku maqtal mencatat bahwa Hurr berkata, "Wahai
putra Rasul, akulah orang pertama yang menghalangi jalanmu Karena itu, perkenankan aku menjadi orang pertama yang terbunuh di jalanmu. Sehingga di hari Kiamat kelak, aku menjadi orang pertama yang berjabat tangan dengan kakekmu."

Maksudnya, Hurr berharap menjadi orang pertama yang maju ke medan perang dan berhadapan dengan musuh. Sebelum Hurr sudah beberapa orang gugur sebagai syahid pada serangan umum pertama. Hurr maju ke medan perang. Ia berhasil membunuh lebih dari empat puluh orang musuh. 📓 Manaqib Ibnu Syahr Asyub, juz.4, hal.109

Imam Husain as datang ke tempat ia terbaring. Sementara darah mengalir dari tubuhnya. Imam Husain as berkata, "Selamat! Selamat bagimu, wahai Hurr! Engkau manusia bebas. Sebagaimana ibumu memberimu nama. Engkau bebas di dunia dan akhirat."📓 Amali Syekh Shaduq, hal.136.

Kemudian, Imam Husain as melantukan bait syair berikut:

Sebaik-baik manusia bebas, adalah Hurr dari Bani Riyah
Sebaik-baik manusia bebas saat menghadapi berbagai tusukan
tombak
Sebaik-baik manusia bebas saat memanggil Husain
Lalu dia persembahkan jiwanya di waktu pagi." Maqtal Muqarram, hal.245.


Almarhum Kasyifi bercerita tentang Hurr:

Hurr terjatuh dari kudanya. Lalu ia berteriak, "Wahai putra Rasulullah, datanglah padaku."

Bergegas Imam Husain as menjemput Hurr dan membawanya ke pasukannya. Imam Husain as meletakkan kepala Hurr di pangkuannya. Beliau bersihkan debu yang mengotori wajahnya.

nyawa masih melekat di tubuh Hurr. Hurr membuka matanya. Ia menyadari kepalanya berada di pangkuan Imam Husain as. Hurr bertanya, "Wahai putra Rasulullah, apakah engkau rida kepadaku?"

Imam Husian as menjawab, "Aku bangga dan rida kepadamu.

Mendengar itu Hurr gembira. Kemudian gugur sebagai syahid

Imam Husain as dan para sahabatnya menangis

Setelah kematian Hurr, putra-putra dan saudaranya segera maju ke medan perang dan gugur sebagai syahid di barisan pasukan Imam Husain as. 📓 Farsanul-Hayja, juz.1, hal.51

Almarhum Sayid Ni'matullah Jazairi menulis:

Setelah berhasil menaklukkan Bagdad, Syah Ismail, Raja Safawi, datang ke Karbala. Karena dia banyak mendengar cerita tentang Hurr. Dia perintahkan supaya kuburan Hurr digali. Ketika kuburan terbuka, dia mendapati jenazah yang masih baru dan sehelai saputangan yang diikatkan di kepalanya. Dia membuka saputangan itu. Tiba-tiba darah mengalir. Dia mengganti dengan saputangan lain. Namun darah tetap mengalir. Akhirnya, terpaksa dia mengikatnya kembali dengan saputangan tersebut.

Setelah melihat kejadian itu, Syah Ismail memerintahkan supaya didirikan bangunan di atas kuburan Hurr. Dia mengangkat pelayan untuk merawat kuburan tersebut. Hingga kini, hal itu terus berlaniut. 📓 Ajsad-e Jawidan, hal.52


Sumber : MegaTragedi, Bab. V, hal 154-159

0 Comments


EmoticonEmoticon