Hari Hari Baik Dan Naas menurut Lisan Imam Jafar Shadiq as



Hari-hari yang kita lalui ada dua macam hari: Hari yang menyenangkan atau menggembirakan, yakni yaumun lak, dan hari yang menyusahkan atau menyedihkan, yaitu yaumun 'alaik. Jika orang yang kita sayangi itu meninggal, maka kita sedih dan berduka cita, dan hari itu adalah hari yang menyedihkan atas kita. Apabila bisnis kita berhasil dan mendatangkan untung yang banyak, maka kita gembira, dan hari itu adalah hari yang menyenangkan bagi kita.

📓 Sikap Kita

Jika kita berjumpa dengan hari yang menyenangkan dan menggembirakan, maka kita bersyukur kepada Allah atas karunia yang Dia berikan kepada kita. Dan apabila kita bertemu dengan hari yang mengedihkan, maka hendaknya kita bersabar atas cobaan yang Dia timpakan kepada kita. Begitulah yang diajarkan Imam 'Ali bin Abî Thâlib as.

📓 Memilih Hari

Allah 'azza wa jalla telah menyebutkan di dalam kitab-Nya Al-Quran bahwa hari-hari yang kita lalui itu ada hari nahas (sial) yang terus menerus atau berulang adanya. Firman-Nya yang maha tinggi (yang artinya), Maka Kami meniupkan angin yang amat kencang kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan sesungguhnya siksaan akhirat jauh lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan. [Surah Fushshilat 41/16] Dan firman-Nya, Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus. [Surah Al-Qamar 45/19]

📒 Dari Imam Ja'far Al-Shâdiq as bahwa beliau menjelaskan hari-hari yang baik dan yang kurang baik bagi suatu usaha yang berkenaan dengan tanggal dalam setiap bulannya dalam perhitungan bulan qamariyyah sebagaimana di bawah ini:

1.    Hari pertama dari setiap bulan adalah hari yang mujur lagi baik untuk melakukan pertemuan dengan penguasa, mencari hajat dan kebutuhan, untuk mengadakan transaksi jual-beli, bercocok tanam dan untuk melakukan safar.

2.    Hari kedua adalah hari baik untuk mengadakan safar dan mencari kebutuhan-kebutuhan.

3.    Hari ketiga adalah hari yang tidak baik dan tidak cocok buat melakukan sesuatu secara total.

4.    Hari keempat adalah hari yang baik buat mengadakan pernikahan, namun tidak baik untuk melakukan safar.

5.    Hari kelima adalah hari yang tidak baik dan merupakan hari nahas.

6.    Hari keenam adalah hari yang diberkati, baik buat mengadakan pernikahan maupun untuk mencari kebutuhan-kebutuhan.

7.    Hari ketujuh adalah hari yang diberkati lagi terpilih, baik untuk setiap maksud yang diinginkan maupun untuk berusaha padanya.

8.    Hari kedelapan adalah hari yang baik untuk setiap hajat dan kebutuhan selain safar, sebab safar padanya termasuk dimakruhkan (tidak disukai).

9.    Hari kesembilan adalah hari yang diberkati, baik untuk setiap yang diinginkan manusia. Siapa yang melakukan safar padanya niscaya akan diberi rezeki dan dia akan melihat setiap yang baik dalam safarnya.

10.  Hari kesepuluh adalah hari baik bagi setiap kebutuhan, kecuali berkunjung kepada penguasa yang zalim. Dan barangsiapa yang melarikan diri dari kekejaman penguasa pada hari tersebut, dia akan tertangkap, dan orang yang kehilangan ternaknya akan menemukannya. Juga hari tersebut baik untuk mengadakan jual-beli, dan orang yang sakit pada hari itu akan sembuh dari penyakitnya.

11.  Hari kesebelas adalah hari yang baik untuk mengadakan jual-beli, untuk seluruh kebutuhan dan untuk melakukan safar, selain mendatangi penguasa, dan pada hari tersebut, baik untuk bersembunyi.

12.  Hari kedua belas adalah hari yang baik lagi diberkati, maka carilah hajat-hajat kalian dan berusahalah padanya karena hajat-hajat tersebut akan dipenuhi.

13.  Hari ketiga belas adalah hari yang nahas secara terus menerus, maka berhati-hatilah dalam semua urusan pada hari itu.
   
14.  Hari keempat belas adalah hari yang baik untuk mencari kebutuhan-kebutuhan dan baik pula buat setiap pekerjaan.  

15.  Hari kelima belas adalah hari yang baik untuk setiap hajat (kebutuhan) yang kamu inginkan, maka carilah hajat kamu padanya, sebab sesungguhnya hal itu akan dipenuhi.

16.  Hari keenam belas adalah hari yang tidak baik lagi tercela untuk setiap sesuatu.
 
17.  Hari ketujuh belas adalah hari yang baik dan terpilih, carilah pada hari tersebut apa yang kamu inginkan; menikahlah, jual-belilah, bercocok tanamlah, (mulai) membangunlah dan datanglah kepada penguasa dengan hajat-hajat kamu, karena sesungguhnya akan dipenuhi.  

18.  Hari kedelapan belas adalah hari yang terpilih lagi baik buat bepergian dan mencari kebutuhan-kebutuhan. Siapa yang bertengkar dengan musuhnya pada hari itu, maka dia akan dapat menguasai dan mengalahkannya dengan kekuasaan Allah (jika dia ada di pihak yang benar).

19.  Hari kesembilan belas adalah hari yang terpilih dan baik untuk setiap perbuatan, dan orang yang dilahirkan pada hari tersebut akan diberkati.  

20.  Hari kedua puluh adalah hari yang baik dan terpilih untuk hajat dan safar, dan baik pula untuk menanam, memulai membangun (gedung atau rumah), mengadakan pernikahan dan mendatangi penguasa.

21.  Hari kedua puluh satu adalah hari nahas yang terus menerus.

22.  Hari kedua puluh dua adalah hari yang terpilih dan baik untuk mengadakan transaksi jual-beli, untuk bertemu dengan penguasa, untuk melakukan safar dan bersedekah.

23.  Hari kedua puluh tiga adalah hari yang terpilih dan baik untuk mengadakan pernikahan dan semua perdagangan serta datang ke penguasa.

24.  Hari kedua puluh empat adalah hari yang nahas dan sial.

25.  Hari kedua puluh lima adalah hari yang buruk lagi tercela, dan mesti waspada dari segala sesuatu.

26.  Hari kedua puluh enam adalah hari yang baik untuk setiap keperluan, kecuali untuk mengadakan pernikahan dan safar, dan hendaklah kalian bersedekah pada hari ini, karena sesungguhnya kamu akan mendapatkan manfaat dengannya.

27.  Hari kedua puluh tujuh adalah hari yang baik lagi terpilih untuk keperluan dan untuk setiap yang diinginkan dan untuk berjumpa dengan penguasa.

28.  Hari kedua puluh delapan adalah hari yang terpadu antara kebaikan dan keburukan.

29.  Hari kedua puluh sembilan adalah hari yang terpilih dan baik buat setiap keperluan, kecuali bagi penulis untuk menulis, dikarenakan yang demikian itu makruh baginya. Dan tidak mengapa seseorang berusaha untuk kebutuhan jika dia mampu atas hal itu. Orang yang (mulai) sakit padanya akan segera sembuh dan orang yang melakukan safar akan memperoleh harta yang banyak, dan orang yang melarikan diri akan kembali.

30.  Hari ketiga puluh adalah hari yang terpilih dan baik untuk segala sesuatu, untuk hajat, bercocok tanam dan menikahkan. Orang yang (mulai) sakit pada hari itu akan segera sembuh, anak yang dilahirkan padanya akan menjadi orang yang sabar dan murah hati lagi diberkati serta akan terangkat derajatnya, akan benar tutur katanya dan menjadi orang yang suka menepati janji.

📓 Diterjemahkan oleh Abû Fathi Rabbâni dari kitab Makârim Al-Akhlaq dari Imam Ja'far Al-Shâdiq as.

📓 Hari-hari Nahas

Telah diriwayatkan dalam sebagian kitab dari Al-Hasan bin ‘Ali Al-‘Askari as bahwa pada setiap bulan dari bulan-bulan Arab ada hari nahasnya yang tidak cocok melakukan perbuatan padanya selain khalwat (menyendiri), ibadah ritual dan puasa, dan hari-hari nahas itu ialah: 22 Muharram, 10 Shafar, 4 Rabi‘ul Awwal, 28 Rabî'ul Tsâni, 28 Jumadal Ula, 8 Jumadal Tsaniyah, 18 Rajab, 26 Sya'ban, 24 Ramadhan, 2 Syawwal, 28 Dzul Qa‘dah dan 8 Dzul Hijjah.

0 Comments


EmoticonEmoticon