Burair bin Hudhair



Burair bin Hudhair Hamadani adalah orang tua yang zuhud, ahli ibadah, suka bangun malam, dan senang membaca al-Quran. Dia termasuk salah seorang sahabat Amirul Mukminin as dan pemimpin Kufah. Ketika mendengar Imam Husain as bergerak menuju Kufah
ia pergi menuju Mekkah dan bertemu dengan beliau. Kemudian ia datang ke Karbala bersama Imam Husain as.

 Pada malam Asyura Burair, bercanda. Salah seorang sahabat protes. Burair berkata "Demi Allah, aku gembira berjumpa dengan Allah Swt. Antara kita dengan bidadari hanya berjarak tidak lebih dari satu sabetan pedang. Aku ingin hal itu segera terjadi. 📓 Rijal-e Kasyi, hal.79.

Abu Muhtaf menuturkan:

Ketika Burair maju ke medan perang, Yazid bin Ma'qal bertanya kepadanya, "Bagaimana engkau melihat yang dilakukan Allah terhadapmu?"

Burair menjawab, "Semuanya baik. Tetapi aku melihat yang berkenaan denganmu semuanya buruk."

Yazid bin Ma'qal berkata, "Engkau dusta. Ingatkah, engkau pernah berkata berkenaan dengan Muawiyah dan Ali, 'Kebenaran bersama Ali dan Muawiyah sesat?"

Burair menjawab, "Benar. Sekarang pun aku mengatakan yang sama. Dan engkau termasuk salah seorang yang sesat."

Yazid bin Ma'qal berkata, "Engkau yang sesat."

Burair berkata, "Apakah kau bersedia bermubahalah (saling mengutuk) denganku?

Kemudian mereka mengangkat tangan seraya berdoa, "Ya Allah, laknatlah orang yang kafir dan bunuhlah ia melalui tangan orang yang benar."

Lalu keduanya bertempur. Pedang Yazid berhasil mengenai tubuh Burair. Namun pelan dan tidak menimbulkan luka yang parah. Sementara Burair berhasil menghujamkan pedangnya dengan keras ke kepala Yazid bin Ma'qal. Pedang itu menancap dalam Burair sulit untuk mencabutnya. Yazid bin Ma'qal jatuh ke tanah dan mati. 📓 Tarikh Thabari, juz.4, hal.328.

Dengan tubuh yang lelah dan bibir yang kering kehausan, Burair berhasil membunuh 30 orang di medan perang. Pada akhirnya, dia menjemput kematiannya sebagai syahid. 📓 Farsanul-Hayja, juz.1, hal.46.



Sumber : Megatragedi hal, 159-160

0 Comments


EmoticonEmoticon