AKAL DALAM KITAB AL-KAFI BAGIAN 1


Oleh : Ust Husein Al Habsyi

Hadis Pertama

عن ابي جعفر عليه السلام قـال : لمّا خلق اللّه العقل إستنطقه ثمّ قال له : اقبل فاقبل ثمّ قال له : ادبر فادبر ثمّ قال : وعزتي وجلالى ما خلقت خلقـا هو احبّ اليّ منك ولا اكملتك الا فيمن احبّ امّـا إنّى ايّـاك امر و ايّـاك انهى و ايّـاك اعاقب و ايّـاك اثيب

Imam Abi Ja'far berkata :"Ketika Allah menciptakan Akal, dia memanggil akal itu dan akal pun datang. dia menyuruh akal pergi maka pergilah ia. Kemudian Allah berfirman kepada akal : "Demi kebe saran dan kemuliaan-Ku, Aku tiada menciptakan sesuatu makhluk yang lebih Aku sayangi daripada kamu, dan tidak. aku sempurnakan kamu melainkan pada orang-orang yang Aku cintai. Kepadamulah Aku akan menyuruh, melarang dan menyiksa serta memberi pahala"

📓 Telaah Hadis Pertama

Akal adalah Makhluk yang paling Dicintai Allah

Akal adalah makhluk yang paling dincintai Allah, karena ia merupakan salah satu makhluk yang mem- bentuk manusia menjadi sempurma. Manusia akan menjadi sempuma kalau ia menggunakan akalnya. Sebaliknya manusia akan mengalami kehancuran apabila meniadakan atau mengabaikan makhluk yang paling dicintai Allah itu. Karena itu Allah dalam hadis ini berfirman:"Aku tidak menyempurnakan kamu (akal) ke cuali kepada orang yang Aku cintai, dengan akal itu Aku memerintah, melarang, menyiksa dan memberi pahala."

Karena dengan akal itu manusia tahu bahwa perbuatan yang aku (Allah) perintahkan kepadanya ini bermanfaat Dan manfaat itu, akan kembali pada dirinya dan sebaliknya Dengan demikian akal menjadi makhluk yang sempurna dan yang paling dicintai oleh Allah.

📓 Akal mendorong Manusia untuk taat kepada Allah

Kecenderungan untuk taat kepada Allah dan menjauhi perbuatan maksiat, akan kita peroleh dari akal apabila kita menggunakan akal itu dengan baik Akal akan membisikkan kepada dta bahwa maksiat itu membahayakan, bagai racun yang membinasakan. Seballknya bila kita tidak menggunakannya dan tidak memfungsikannya, maka yang akan timbul adalah hawa nafsu, sedangkan hawa nafsu itu cenderung kepada sesuatu yang menyenangkan saja. Sehingga keberadaan akal tinggal namanya saja pada diri manusia. Akal yang demikian itu adalah akal yang belum sempurna.

Akal yang belum sempurna akan mengajak manusia kepada kejahatan. Jadi selama akal berperan pada manusia maka manusia tidak akan berbuat maksiat dan manusia akan cenderung taat kepada Allaholeh karena itu akal dicintai Allah. Jadi kalau akal tidak digunakan, maka manusia akan binasa sebab manusia bisa berbuat maksiat dan maksiat pasti mencelakakan manusia.

Bila akal kita gunakan maka ia akan membisikkan pada kita: "Mengapa saya akan berzina atau homo, yang dengan perbuatan itu akan menjerumuskan saya kepada terserangnya penyakit AIDS yang merupakan Virus penyakit yang sulit terobati? Mengapa saya akan minum khomer (minuman yang memabukkan), bukankah khomer itu akan mengakibatkan akal menjadi rusak? Ah. saya tidak akan melakukan zina atau homo sex, karena selain itu ada perbuatan sexual yang dihalalkan Allah, yaitu pernikahan. Dalam nikah itu tiada resiko penyakit di dalamnya, sah dan menjadi terhormat. Kemudian saya tidak akan minum khomer karena banyak minuman lezat lainnya yang dihalalkan Allah seperti juz buah-buahan, sirup dan lain sebagainya, saya tidak akan minum khomer yang penuh dengan resiko itu." Dengan demikian badan manusia menjadi sehat dan selamat. Namun bila akal tidak digunakan maka tentu akal tidak membisikkan kepada manusia agar menghindari maksiat sehingga manusia akan dengan mudah menerjang maksiat dan dia akan mengalami penderitaan di dunia dan akhirat kelak.

Demikianlah kecenderungan akal yang selalu ingin mendekatkan diri kita kepada Allah.

📓 Akal Bersifat Asliyah (Fitrah)

Akal itu bersifat asli dan selalu taat kepada Allah Terbukti ketika Allah berfirman:"Pergilah! Kemudian akal itu pergi. Demikian pula ketika akal diperintah agar datang, maka akal taat dan datang.

📓 Kesempurnaan Akal hanya Dimiliki oleh Orang yang Dicintai Allah

Allah berfirman kepada akal : "Aku tidak menyempurnakan Engkau kecuali pada makhluk yang Aku cintai dan Aku sempurmakan"

Jadi orang-orang yang dicintai Alah seperti para nabi, para wali dan para washi. Mereka itu mempunyai akal yang sempurna dan selalu taat kepada Allah dan menjauhi maksiat.

📓 Timbulnya Taqwa disebabkan karena Akal

Bila manusia selalu taat kepada Allah dan selalu menghindar dari maksiat maka perbuatan-perbuatan yang demikian itu bisa menimbulkan taqwa. Itulah taqwa yang dipesankan oleh Allah swt

0 Comments


EmoticonEmoticon