Abu Tsamamah Haidari dan Salat Zuhur Asyura



Pada awal waktu Zuhur, Abu Tsamamah berkata kepada Imam Husain as, "Wahai Abu Abdillah, aku lihat musuh sudah hampir mengalahkan kita. Demi Allah, aku bersumpah, engkau tidak akaın terbunuh sebelum aku terbunuh terlebih dahulu. Namun aku ingin berjumpa dengan Allah dalam keadaan telah salat bersamamu." 📓 Maqtal Jhawarizmi, juz.2, hal.17.

Imam Husain as mengangkat wajahnya ke langit seraya berkata, "Engkau telah ingat waktu salat. Semoga Allah memasukkanmu ke dalam kelompok orang yang suka mendirikan salat. Benar, sekarang adalah awal waktu salat." 📓 Di sini, ada tiga poin yang perlu mendapat perhatian: 1) Imam Husain as mengerjakan salat pada awal waktu, di saat serangan hujan anak dari pihak musuh. 2) Imam berkata, "Semoga Allah memasukkanmu ke dalam kelompok orang yang suka mendirikan salat." Beliau tidak mengatakan, "Semoga engkau terhitung sebagai syuhada." Ini menunjukkan begitu pentingnya salat. 3) Abu Tsamamah ingat waktu salat, bukan dalam arti ia mengingatkan Imam telah tibanya waktu salat. Ini bisa dilihat dari ungkapan yang digunakan, yaitu Dzakarta ash-Shalah (engkau telah ingat waktu sahalat) bukan Dzakartani ash-Shalah (engkau telah mengingatkanku waktu salat)

Hashin bin Numair berkata kepada Imam Husain as, Salatmu tidak diterima." 📓 Thabari menyebutnya sebagai Hashin bin Tamim (Tarikh Thabari, juz.4, hal.334). Namun tampaknya ia salah. Karena Hashin bin Tamim termasuk penolong Imam Ali as yang mati syahid pada perang Shiffin (Waq 'atush-Shiffin, hal.557). Adapun Hashin bin Numair adalah seorang komandan pasukan Yazid, yang dalam peristiwa pengepungan Abdullah bin Zubair telah menghancurkan Ka'bah dengan manjanik (Tahdzibut-Tahdzib, juz.1, hal.554), dan ikut serta dalam membunuh Habib (al-Kamil, juz.4, hal.76)

Habib bin Mazhahir menjawab, "Apakah salat Husain as yang termasuk keluarga Rasulullah saw tidak diterima sementara salatmu, wahai penipu, diterima?!"

Hashin bin Numair menyerang Habib. Dengan tangkas, Habib membalas serangannya. Habib berhasil memukul kepala kuda Hashin dengan pedangnya. Hashin terjatuh dari kudanya. Namun teman-temannya segera menarik dan menyelamatkannya dari tikaman Habib. 📓 Tarikh Thabari, juz.4, hal.334.

Kemudian Imam Husain as berkata kepada Zuhair dan Sa'id bin Abdullah, "Berdirilah di depanku dan jadilah perisai. Agar aku dapat mengerjakan salat." 📓 Al-Luhuf, hal.128

Dari pagi hari Asyura hingga waktu Zuhur, sudah setengah sahabat Imam Husain yang mati syahid, sementara setengahnya lagi mengerjakan salat berjamaah bersama Imam.  ðŸ““ Menurut keterangan banyak buku maqtal, salat Zuhur Asyura dilakukan dalam bentuk salat Khauf (Maqtal Khawarizmi, juz.2, hal.17; al-Bidayah wan-Nihayah, juz.8, hal.184; Tadzkiratul-Khawwash, hal.227; Tarikh Thabari, juz.4, hal.336; al-Kamil, juz.4, hal.71; Syekh Mufid, al-Irsyad, juz.2, hal.105.


Sumber : megatragedi hal 164-165

0 Comments


EmoticonEmoticon