Ucapkan belasungkawa atas Hari Syahadah Hani bin Urwah


Hani bin Urwah termasuk salah seorang pemimpin Kufah dan pemuka Syiah. 👉  Habibus-Sirr, juz.2, hal.45,

 Dia adalah pemimpin kabilah Bani Murad. Ketika ia menunggang kuda, empat ribu pasukan berbaju besi dan delapan ribu pasukan berjalan kaki menyertainya. 👉 Maksudnya, dia mempunyai 12 ribu pasukan (Murujudz-Dzahab, juz.3, hal 59).

Dalam riwayat disebutkan bahwa Hani mengalami masa Rasulullah saw dan termasuk salah seorang sahabat beliau. 

Dalam peperangan Jamal, dia berdiri di barisan pasukan Imam Ali as Ketika Imam Husain as mendengar berita kematian Hani, beberapa kali ia memohonkan rahmat baginya. Imam Husain as memohon supaya Muslim dan Hani berada dalam rahmat Allah Swt dan dibangkitkan bersamanya.

Hani bin Urwah gugur sebagai syahid pada usia 89 tahun

Cukup menjadi bukti kedermawanan dan keberanian Hani manakala pada saat yang sedemikian genting itu, ia menolong dan menyembunyikan Muslim di rumahnya.

Ketika dalam majelisnya, Ubaidillah meminta kepada Hani supaya menyerahkan Muslim dengan mengatakan, "Aku tidak akan melepaskanmu sehingga engkau menyerahkan Muslim kepadaku."

Hani menjawab, "Demi Allah, aku tidak memenuhi permintaanmu meskipun engkau membunuhku.

Ubaidillah berkata, "Sekarang, aku akan memenggal kepalamu.

Hani menjawab, "Jika engkau melakukan itu, akan terjadi pemberontakan" 


Ubadillah berkata, "Engkau menakut-nakutiku dengan pemberontakan?!"

Kemudian dia memukuli kepala dan wajah Hani dengan tongkatnya hingga hidungnya robek, serta wajah dan pakaiannya berlumuran darah. Dalam keadaan seperti ini, Hani menyerang
salah seorang pengawal Ubaidillah dan merebut pedangnya kemudian memukulkannya kepada Ubaidillah.

 Ubaidillah berteriak, "Tangkap dia!

Mereka pun menangkap Hani dan menjebloskannya ke dalam penjara. 👉 Biharul-Anwar, juz.44, hal.347.

Amr bin Hajaj yang merupakan saudara istri Hani dengan sekelompok orang berkumpul di sekeliling istana. Karena tersiar kabar bahwa Hani telah dibunuh. 

Hakim datang memberi kesaksikan bahwa Hani masih hidup. Mendengar itu,  akhirnya masyarakat pergi dari sekeliling istana. Hani tetap berada di dalam penjara hingga Muslim menemui kesyahidannya. 👉 Al-Kamil, juz.4, hal.30.

Kemudian Hani dipenggal lehernya di pasar kambing. 👉 Tarikh Thabari, juz.4, hal.284.

Dalam sejarah ditulis bahwa pada saat perlawanan Muslim, seseorang yang bernama Hanzhalah bangkit membela Muslim dan ia berhasil membunuh empat orang Mereka mengirimkan kepala Hani dan Muslim ke Damaskus.

Sementara tubuh keduanya diikat tambang lalu diseret di gang gang kota Kufah. Kemudian dua tubuh ini dilemparkan ke tempat pembuangan sampah yang ada di dekat Mesjid Kufah 👉 Muntakhab Thutaiha, juz.2, hal.428.

kemudian tubuh Hanzhalah pun mereka lemparkan ke tempat ini. Selanjutnya, istri Maitsam Tammar yang merupakan tetangga mesjid, secara diam-diam menguburkan tubuh-tubuh itu pada malam hari di sudut mesjid.

 Selain istri Hani yang juga merupakan tetangga mesjid tidak ada seorang pun yang tahu bahwa tubuh-tubuh itu telah dikuburkan di sisi mesjid oleh istri Maitsam

Sumber : Mega Tragedi Halaman 101-103

0 Comments


EmoticonEmoticon